Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 12:23-24

Ringkasan Khotbah

Berbicara tentang kematian dalam kehidupan manusia, ada 3 hal yang tidak diketahui manusia. 3 hal tersebut antara lain kapan, dimana dan bagaimana manusia mati. Tetapi berbeda dengan Yesus, Ia mengetahui tentang kapan, dimana dan bagaimana Ia akan mati. Sehingga pantaslah dalam Yohanes 12:27 dituliskan bahwa Yesus sebagai Allah tidak gentar menghadapi kematian, tetapi Yesus sebagai manusia memiliki perasaan terharu, karena Ia mengetahui kapan, dimana dan bagaimana Ia akan mati.

 

Yohanes 12:23 menunjukkan tentang waktu penderitaan dan pelayanan Kristus. Ayat 23 menuliskan ‘’…Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.’’ Kata ‘tiba saatnya’ berasal dari bahasa Yunani yang artinya ohora, yaitu waktu yang menunjukkan ketetapan Allah atau waktu Tuhan. Kata ini berasal dari perfect tense yang juga mengandung makna tidak dapat diubah atau tidak dapat digeser. Waktu ini mengacu kepada saatnya Anak Manusia dimuliakan.

 

Bagaimana Anak Manusia dimuliakan? Menurut konsep Andreas dan Filipus, Anak Manusia dimuliakan dengan cara politis yaitu Yesus menjadi Raja dan membebaskan bangsa Israel . Dan sebagai akibat, murid-muridnya akan memperoleh kedudukan. Namun konsep itu adalah konsep yang keliru. Dalam Yohanes 12:24 Yesus menekankan bahwa kemuliaan hanya terjadi melalui kematian-Nya bahkan ketika Ia menyerahkan nyawa-Nya. Karena melalui kematian terjadi pelipat gandaan dalam pelayanan-Nya. Dan kematian-Nya ditempuh dengan cara memikul salib.

 

Pemuliaan Yesus melalui salib memberikan kita pengertian bahwa :

  1. Yesus membuktikan ketaatan dan penyerahan diri-Nya secara total sebagai manusia sejati kepada Bapa di surga,
  2. Yohanes 12:31 menuliskan bahwa kemuliaan Yesus akan menghadirkan penghormatan Allah dan saat dimana setan dikalahkan,
  3. Yohanes 12:32 menuliskan bahwa saat dimana Ia ditinggikan bukan berbucara tentang kedatanganNya yang kedua kali, melainkan saat dimana Yesus disalib. Melalui salib, Allah akan menarik banyak manusia dari genggaman setan.

 

Dengan demikian prinsip memikul salib ini perlu kita lakukan dalam kehidupan kita karena salib menunjukkan kasih yang besar bersumber dari Allah Bapa, keadilan yang sejati dan jasa Kristus yang menyebabkan kita diselamatkan.

 

“Kekristenan yang sejati tidak pernah lepas dari pada salib” -Martin Luther-

 

dirangkum oleh,

Ibu Tiara Anisa