Pengkhotbah

Perikop
Lukas 23 : 34

Ringkasan Khotbah

Yesus berkata, ”Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Lukas 23 : 34

Lukas 23 :34 adalah ucapan pertama yang diucapkan Yesus ketika Dia berada di atas kayu salib. Ucapan tersebut merupakan doa yang dipanjatkan Yesus kepada Bapa. Dibawah ini adalah uraian tentang makna dari bacaan tersebut.

Siapa yang dimaksud mereka dalam ucapan tersebut? Mereka adalah :

  1. golongan orang Farisi/Ahli Taurat. Mereka adalah orang-orang yang menghafalkan Hukum Taurat.
  2. golongan orang Israel/Yahudi. Mereka adalah orang- orang yang mengalami mujizat-mujizat tapi melupakan setiap kebaikan Tuhan.
  3. prajurit-prajurit Romawi. Mereka adalah orang-orang yang menjalankan keputusan-keputusan Romawi bahkan keputusann ilegal sekalipun.

Dengan kata lain mereka secara sadar tahu akan perbuatan mereka. Namun, mengapa Tuhan Yesus mengatakan bahwa mereka tidak tahu akan perbuatan mereka? Maksud kata tidak tahu adalah tidak tahu bahwa mereka sedang berpihak kepada dosa. Mereka sedang nyaman dalam dosa dan kenyamanan imitasi sehingga mereka tidak sadar bahwa mereka dalam lingkaran dosa.

Selanjutnya apa makna dari kata ampunilah mereka? Sesuai dengan konsep dalam kitab Perjanjian Lama, setiap ada pengampunan selalu ada korban. Dengan kata lain, Tuhan Yesus sendiri mau jadi korban pengganti supaya manusia diampuni dan diselamatkan.

Dalam teks aslinya, ada kata yang dihilangkan diawal bacaan Lukas 23 : 34, yaitu kata ”Pada saat itu” padahal kata tersebut memiliki makna yang sangat penting. Artinya :

  1. Pada saat itu mengacu pada saat Yesus mengalami kelelahan yang sangat dahsyat. Kelelahan ini dimulai pada saat Yesus tidak tidur di taman Getsemani melainkan Dia berdoa, kemudian Dia ditangkap, diadili, disiksa, diharuskan membawa kayu salib dan disalibkan. Yesus mau mengalami kelelahan yang luar biasa karena begitu besar cinta-Nya kepada manusia dan Dia juga mau turut merasakan kelelahan yang dialami manusia.
  2. Pada saat itu mengacu pada saat Yesus mau tetap berdoa syafaat untuk manusia supaya diampuni dosanya sekalipun Dia mengalami kesakitan yang luar biasa.
  3. Pada saat itu mengacu pada saat Yesus sendirian, yaitu saat Dia ditinggalkan sendiri oleh Bapa di sorga dan manusia. Petrus yang pernah berkata tidak akan meninggalkan Dia justru menyangkalnya tiga kali. Dan Bapa di sorga juga memalingkan wajahNya karena dosa manusia yang ditanggung oleh Yesus (lihat Matius 27:46).

Implikasi bagi kita :

  • Hanya di dalam Yesus ada kepastian keselamatan buat kita (lihat Yohanes 14 : 6). Yesus sudah mati dan bangkit untuk menggantikan kita manusia berdosa.
  • Yesus sudah mengampuni kita maka sudah seharusnya kita juga mengampuni orang lain.