Pengkhotbah

Perikop
Lukas 23 : 42-43

Ringkasan Khotbah

Kata Yesus kepadanya : ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Lukas 23:43

Perkataan Yesus yang kedua ini adalah jawaban atas ucapan salah satu penjahat pada saat Yesus berada di atas kayu salib (lihat ayat 42). Adapun perkataan ini mengandung beberapa pengertian.

  1. Yesus adalah Allah yang berdaulat atas keselamatan setiap orang. Sebelumnya salah satu penjahat berkata ”Ingatlah aku… apabila Engkau datang sebagai Raja.” (lihat ayat 42) dan jawaban Tuhan adalah ”…hari ini juga engkau ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”  Jawaban ini menunjukkan kedaulatan Yesus sebagai Allah. Adapun Firdaus memiliki arti  tempat Allah berdaulat.
  2. Yesus hendak menekankan keselamatan itu berbicara tentang iman dan percaya kita pada Tuhan bukan pada sarana gereja. Bayangkan jika Yesus mementingkan sarana, maka penjahat tersebut harus dibaptis lebih dulu baru diselamatkan. Tentu saja hal ini sulit, karena pada saat itu Yesus dan penjahat tersebut berada di atas kayu salib. Bukan berarti baptisan (sarana) tidak penting. Baptisan penting karena baptisan merupakan wujud proklamasi iman kita kepada Allah bahwa kita milikNya, kepada setan bahwa kita bukan miliknya dan manusia. Dengan demikian, yang terpenting adalah iman percaya kita kepada Tuhan.
  3. Yesus adalah jaminan final keselamatan itu sendiri. Makna salib pada saat itu adalah tempat dimana orang-orang jahat digantung, tidak ada keajaiban, tempat dimana seseorang tidak dapat menolong dirinya sendiri juga tempat dimana celaan dan hinaan muncul. Namun justru melalui karya salib Tuhan Yesus, manusia dapat diselamatkan.

 

Implikasi bagi hidup kita :

  • Fokuskanlah hidup kita kepada TUHAN. Jangan terbawa arus dunia.
    ketika semua orang mengolok-olok Tuhan Yesus pada saat itu. Namun, hanya ada satu orang, yaitu penjahat yang berada di sebelah kanannya menyuarakan suara yang berbeda. ”…jika Engkau datang sebagai Raja…” Mengapa ia bisa menyuarakan hal yang berbeda? Karena ia tersentuh dengan ucapan Tuhan Yesus yang pertama yaitu doa syafaatnya supaya orang-orang tersebut diampuni Bapa di sorga.
  • Tetap percaya kepada Yesus. Ada saatnya TUHAN diam untuk melihat kedewasaan iman kita. Pada saat itu Yesus kelihatannya ‘tidak berdaya’ karena Dia berada di kayu salib dan tidak berbuat apa-apa. Namun penjahat tersebut tersebut tetap percaya kepada Yesus sebagai Raja.
  • Hidup saat ini akan menentukan hidup kita di masa depan. Penjahat itu mampu melihat melampaui salib bahwa dibalik salib tersebut ada kehidupan. Sesulit apapun  hidup kita saat ini, Tuhan memperhitungkannnya dan tidak ada yang sia-sia. (lihat 1 Korintus 15:58)