Ringkasan Khotbah

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: ‘‘Ibu, inilah, anakmu!” Lukas 19:26

Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya : ‘‘Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Lukas 19:27

Perkataan yang ketiga ini kembali menegaskan betapa Yesus penuh kasih dan penuh kepedulian di tengah penderitaan sekalipun. Jika di ucapan yang pertama kepedulian Yesus ditunjukan melalui doa mohon pengampunan kepada Bapa di Sorga untuk orang-orang yang menganiayaNya, berbeda dengan perkataan yang ketiga. Perkataan yang ketiga ditujukkan kepada orang-orang yang berada dekat dengan-Nya pada saat itu, yaitu Maria, Ibu Yesus, Maria Magdalena dan murid yang dikasihi-Nya, yaitu Yohanes (lihat ayat 25).

Perkataan yang ketiga ini juga dapat dijabarkan menjadi dua bagian.

Bagian yang pertama : ”Ibu, Inilah, anakmu!”

Perkataan ini ditujukkan kepada Ibu Yesus dan kata anak mengacu kepada Yohanes. Mengapa demikian? Karena Yesus hendak mengalihkan konsep anak bukan pada jasmani melainkan pada rohani. Apa maksudnya? Salib menjadi pembatas untuk menyatakan bahwa secara jasmani memang Yesus dilahirkan dari kandungan Maria tetapi lebih dari itu Yesus juga adalah Allah. Dengan demikian, sekalipun Yesus dilahirkan dari kandungan Maria, namun posisinya bukan lagi sebagai anak tetapi sebagai juruselamat.

Perkataan ini ditujukkan kepada ibu Yesus sebagai bentuk kepedulian dan rasa hormat Yesus kepada Maria juga persiapannya bagi Maria sebelum Ia meninggalkan dunia. Adapun Maria pada saat itu sebatang kara karena Yusuf, suaminya sudah meninggal. Tapi mengapa Yesus menyerahkannya kepada Yohanes bukan kepada saudara-saudaranya (lihat Matius 13:55)? Karena saudara-saudaranya bukan orang yang percaya pada Yesus, bahkan mungkin mereka adalah orang-orang yang menganggap kematian Yesus di kayu salib sebagai kutuk (lihat Yohanes 7:5). Selain itu, Yohanes adalah murid yang paling mengasihi Tuhan Yesus.

Bagian yang kedua : ”Inilah ibumu!”

Perkataan ini ditujukan kepada Yohanes. Yesus hendak menekankan kepada Yohanes bahwa perwujudan kasihnya kepada Yesus juga dapat ditunjukkan dengan mau menerima tanggung jawab untuk mengasihi Maria juga sebagai ibunya.  Adapun Yohanes mau menerima tanggung jawab yang Yesus berikan padanya.

Implikasi yang dapat dipelajari dari perkataan ini :

  • Kita harus mengikuti teladan Yesus yang tetap menunjukan kepedulian kepada orang lain di tengah penderitanNya.
  • Kita harus mengikuti teladan Yesus tidak menelantarkan orang tuaNya, yaitu Maria, ibuNya. Selain itu tetap menghormati ibuNya, walaupun Yesus adalah Allah dengan mempersiapkan pengganti diriNya sebelum Ia meninggalkan dunia.