Pengkhotbah

Perikop
Kejadian 12:1-9

Ringkasan Khotbah

Abraham adalah pribadi yang istimewa sebab:

  1. Abraham adalah pribadi yang namanya dikaitkan dengan Nama Allah yang disembah: Allah Abraham, Ishak, dan Yakub

  2. Dia di Janjikan Tanah Kanaan yang adalah tanah perjanjian.

  3. Dia adalah bapak segala orang beriman.

Dari sisi agama dunia, Abraham di hormati oleh tiga agama besar yaitu Yahudi, Islam dan Kristen. Artinya bahwa Abraham telah menjadi berkat bagi banyak orang, Abraham. Namun semua ini bisa menjadi bagian Abraham karena di mulai dengan kebersandarannya kepada Tuhan. Bukti kebersandarannya kepada Tuhan dimulai dari:

  1. Bersandar kepada Tuhan dengan meyakini panggilan pribadi (Pasal 12:1)

    Ada Firman Allah yang jelas dia dengar dari Allah. Dan di dalam isi Firman dia harus mengambil keputusan secara Pribadi untuk meninggalkan segala sesuatu yang dulu adalah sesuatu yang bisa menjadi kebanggaannya. Tanah Ur Kasdim yang Kaya, Tanah Ur Kasdim yang penuh Patung berhala, Keluarga yang menyembah berhala, semuanya harus di tinggalkan. Ini keputusan besar yang harus diambil secara pribadi untuk dia tinggalkan.

    Demikianpun kita, kita harus mengikut Tuhan dengan panggilan secara pribadi bukan panggilan komunal di dalam Kristus (Karl Barth). Didalam menjawab panggilan ini ada keputusan yang berkaitan dengan hal-hal yang perlu kita tinggalkan atau sangkali, sebab hal-hal itu adalah hal-hal yang Tuhan tidak mau mengikat kita dan menggangu hubungan kita dengan Tuhan.

    Panggilan inipun memiliki arti panggilan mengasingkan diri: Kita di pisahkan dari hal-hal yang tidak Tuhan senangi tetapi juga di pisahkan untuk satu Tugas yang istimewa.

  2. Kebersandaran dengan mempercayai Tuhan, dalam mengarahkan tujuan kita (Pasal 12:1a)

    Satu ujian kebersandaran yang besar adalah Abraham tidak tahu ketempat mana Tuhan bawa dia. Namun ia tetap melangkah. Ia yakin Tuhan yang menyuruh adalah Tuhan yang mengatur langkahnya, Tuhan yang mengatur langkahnya adalah Tuhan yang tahu terbaik baginya maka pasti tempat yang Tuhan sediakan pasti yang terbaik. Dia tidak pernah mencurigai kebaikan dan kesetiaan Tuhan dalam membimbingnya. Ia membuktikan percaya kepada Tuhan dalam memimpin hidupnya dengan membangun mezbah bagi Tuhan (keintiman hubungan dengan Tuhan) (Pasal 12:7-8).

  3. Ia Bersandar kepada Tuhan dengan jaminan janji Tuhan (Pasal 12:2-3)

    Banyak orang hanya berdoa untuk diberkati, namun ia lupa bahwa ketika Tuhan memberkati kita tuntutan selanjutnya memberkati orang lain.