Pengkhotbah

Perikop
Matius 11:25-30

Ringkasan Khotbah

Melalui khotbah ini pembicara ingin menyampaikan bahwa Allah itu ada dan apakah kita dapat merasakan hal itu? Tuhan Yesus mengajak kita untuk datang kepadaNya dan Dia akan memberikan kita kelegaan dan ketenangan jiwa. Mari kita teliti satu per satu dari kitab Matius 11:25-30.

Bila kita teliti ayat 25 ini, dapat kita ketahui bahwa Tuhan Yesus tidak diterima oleh orang-orang yang kedudukannya tinggi dalam linkungan sosial Yahudi, tetapi Ia diterima oleh banyak orang awam/biasa. Bila dikaitkan dengan zaman sekarang ini, orang-orang bijak & pandai bisa dikatakan adalah dosen, politikus, kepala perusahaan, dll, sedangkan orang kecil itu bisa dikatakan pemungut cukai, pelacur, orang cacat, orang miskin dsb. Selanjutnya disebutkan juga ada sesuatu yang Tuhan Yesus sembunyikan bagi orang bijak & pandai tetapi dinyatakan kepada orang kecil, hal apakah yang disembunyikan ini? Itu adalah kebenaran Injil, yaitu hal-hal yang dinyatakan melalui ajaran dan perbuatan Tuhan Yesus, dengan kata lain, kasih karunia, keselamatan dan keadilan Allah. Cara pandang Tuhan Yesus ini bukan duniawi tetapi surgawi(rohani). Dalam ayat 26 Tuhan Yesus berkata,“Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.” Ukuran bagi Tuhan Yesus adalah “berkenan kepada Bapa Allah”! Apakah saudara mengerti akan cara pandang Tuhan Yesus ini? Dan apakah saudara/i dapat merasakan Tuhan Yesus secara rohani? Mungkin banyak pengalaman pribadi/kesaksian hidup yang dialami sendiri dalam penyertaan dengan Tuhan Yesus. Percayalah sungguh-sungguh akan Tuhan Yesus dan Allah Tritunggal yang hidup.

Mengapa Tuhan Yesus tidak diterima oleh orang bijak dan terhormat, tetapi diterima oleh orang kecil? Itu karena orang bijak dan terhormat rata-rata tinggi hati, congkak dan menganggap diri mereka sendiri sebagai orang benar.  Sedangkan orang kecil itu rata-rata merasakan mereka adalah orang berdosa. Sehingga sewaktu Tuhan Yesus memaparkan tentang dosa, mereka cenderung untuk marah, dan cemburu terhadap Tuhan Yesus karena Ia sangat disukai oleh banyak orang, di mana akhirnya mereka bermaksud untuk menangkap dan membunuh Tuhan Yesus. Apakah ada sesuatu hal jahat/buruk yang dilakukan Tuhan Yesus? TuhanYesus memberitakan tentang Tuhan Allah yang benar, kasihNya, karuniaNya, kebenaranNya, keadilanNya, pengampunan Nya serta banyak menyembuhkan orang sakit. Orang-orang yang merendahkan diri dan menerima Tuhan Yesus dengan hati terbuka dan bersih diberikan iman, keselamatan, kedamaian, pengharapan dan kekuatan untuk hidup secara rohani. Hal ini sama dengan kita. Kalau kita merendahkan diri, jujur, bersih dan menerima Tuhan, pasti akan diberikan iman dan anugerah. Tuhan memang baik dan kita telah banyak mengalami anugerah dan berkat dari Tuhan Allah. Puji Tuhan!

Dalam ayat 28 disebutkan “Marilah kepada-ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Jika kita mengalami kesulitan hidup, segeralah berdoa kepada Tuhan, mengambil waktu khusus dalam tempat yang tenang untuk menyampaikan isi hati kita semua kepada Tuhan secara jujur. Tuhan-lah yang paling kita dan mengetahui setiap pergumulan yang kita hadapi. Sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, Tuhan dapat memakai berbagai cara untuk membuka jalan bagi kita. arena Tuhan itu setia dan akan menyertai diri kita, sehingga pastilah kita dapat dimampukan untuk melewati setiap persoalan hidup. Waktu kita berdoa, bukalah Alkitab untuk mencari kehendakNya dalam FirmanNya. Tuhan akan mengampuni kesalahan saudara, memberikan penghiburan, kekuatan dan pengharapan untuk melewati segala sesuatunya. Pasti kita akan melihat terang Yesus di depan. Tuhan sangat mengasihi kita secara pribadi dan senang bila kita datang kepadaNya dengan hati yang merendahkan diri di hadapanNya. Tuhan akan selalu siap untuk menolong sesuai dengan kehendakNya.

Dalam ayat 29 Tuhan Yesus berkata “Pikullah kuk yang Kupasang, dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati”, Barangkali saudara selalu berusaha untuk tetap setia kepada Tuhan dan berusaha yang terbaik untuk menjadi orang baik sehingga merasa letih dan susah. Tuhan pasti mengerti setiap kerja keras dan kelelahan kita, dan Tuhan tidak mengukur hasil kita dengan hati yang keras. Tuhan melihat kita secara total, tidak hanya dari satu arah saja. Dikatakan bahwa Ia lemah lembut dan rendah hati, belajarlah dariNya. Tuhan Yesus pernah bekerja sebagai tukang kayu. Maka Dia tahu betul tentang kuk yang dipasang pada leher seekor sapi. Tukang kayu yang pandai dapat membuat kuk yang cocok dari segi bentuk dan ukuran. Mungkin kuk yang disediakan bagi kita masing-masing adalah kewajiban rutin kita sehari-hari untuk kemuliaan Allah dan menyebarkan injil untuk keselamatan umat manusia. Kita mengikuti kebaktian hari Minggu, bersaksi, memberitakan Injil, memberi persembahan, membaca Alkitab, bersekutu, menolong orang yang susah dll. Melalui kegiatan sederhana sehari-hari ini kita dapat bersaksi/memberitakan Injil dan memberikan kemuliaan bagi Tuhan. Tuhan tidak berkata “Engkau tidak usah melaksanakan kewajibanmu apapun. Hiduplah bebas, gampang-gampang saja.” Tetapi Tuhan memberi kuk kepada kita masing-masing, dan dia berkata “Kuk ini enak dan ringan. Belajarlah padaKu.” Tuhan Yesus telah memberikan contoh yang baik melalui hidupNya sebagai manusia yang menjadikanNya seorang guru terbaik.

Sebagai kesimpulan, kita harus hidup menuruti sepuluh Firman Allah, yang pada dasarnya adalah kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Penting juga untuk berdoa dan membaca FirmanNya, serta mengikuti kebaktian hari Minggu. Tuhan pasti mendengar doa kita, segala dosa yang kita akui dan juga setiap ucapan syukur yang kita naikkan kepadaNya. Tuhan juga pasti mengampuni segala dosa kita karena salib Tuhan Yesus Kristus dan Tuhan pasti menerima kita di sorga. Kehendak Allah adalah supaya setiap orang tidak binasa dan diselamatkan, mungkin kita-lah yang menjadi alatNya untuk dipakai demi keselamatan orang lain dan bagi kemuliaanNya. Amin.