Pengkhotbah

Perikop
Lukas 10:17-20

Ringkasan Khotbah

Banyak hal didalam hidup ini membuat seseorang bangga. Perasaan bangga adalah rasa bahagia yang dimiliki oleh seseorang ketika keinginanya terpuaskan. Rasa bangga juga lahir oleh karena kemajuan yang dialami seseorang melebihi orang lain. Bisa juga muncul karena melewati sebuah tantangan yang sulit. Sehingga banyak orang akan bangga dengan sesuatu yang menurut dia memberi arti tersendiri di dalam kehidupanya.

Ada orang yang merasa bangga karena telah meraih sebuah status akademisi, yang menurutnya sebelumnya sulit dan tidak mungkin dia bisa meraihnya. Seorang anak SMP ketika melihat orang wisuda merasa bahwa sulit baginya untuk meraihnya. Karena pendidikan yang harus dia tempuh di SMP juga sudah terasa berat dan sulit. Apalagi jika ia melanjutkan ke perguruan tinggi. Tetapi ketika dia berjuang, maka dia berhasil lulus sebagai seorang sarjana.

Demikian juga dengan mereka yang berulang kali jatuh bangun merintis sebuah usaha. Bagi mereka yang memiliki modal kecil akan merasa sulit dan mustahil bisa bersaing dengan perusahaan yang besar dan ternama. Tetapi ketika dia menjalankan usahanya dengan tekun dan baik, maka sedikit demi sedikit usahanya maju dan menjadi besar serta mendapatkan berbagai penghargaan dari pemerintah. Ini juga menyebabkan orang menjadi bangga.

Dalam teks firman Tuhan ini, adalah peristiwa ketika Tuhan Yesus mengevaluasi pelayanan 70 murid yang di utus ke ladang pelayanan. Tuhan Yesus memberikan kuasa kepada mereka untuk melayani memberitakan Injil. Mereka pulang dengan sukacita.

Orang-orang Farisi begitu fanatik dengan ajaran mereka. Tetapi mereka tidak melakukan mujizat dasyat seperti yang dilakukan Tuhan Yesus. Maka masyarakat pada waktu itu mulai tertarik dengan ajaran Yesus karena setiap ajaranya mengandung kuasa. Sekarang ajaran dan kuasa itu diberikan kepada 70 murid. Hal ini menyebabkan iblis juga takluk kepada 70 murid, dan mereka juga bisa mengadakan mujizat yang dasyat.

Hal semacam ini bukanlah ukuran kedewasaan sebuah kerohanian. Bagi Tuhan Yesus Mujizat adalah hal biasa dalam penginjilan. Mujizat bukanlah hal yang spektakuler. Karena bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Tetapi berbeda dengan manusia berdosa. Mujizat bukanlah hal yang biasa, tetapi merupakan hal yang spektakuler dan mencengangkan. Sehingga tidak heran, banyak orang berusaha sedemikian rupa sehingga kalau bisa hanya melalui dirinya ada perbuatan ajaib terjadi. Banyak juga orang Kristen hari ini akhirya terjebak dalam konsep ini.

Mujizat yang terjadi dalam pelayanan seseorang menyebabkan orang itu bangga karena melaluinya ada kuasa Allah hadir. Dan ia akan merasa hanya pelayananya disertai Tuhan. Yohanes Pembaptis selama melayani, tidak pernah melakukan mujizat. Tetapi apakah pelayananya bukan berasal dari Allah? Semua orang Yahudi mengakui bahwa Yohanes pembaptis adalah Nabi. Tuhan Yesus pun mengakui bahwa dia adalah utusan Tuhan untuk mendahului kedatanganNya.

70 murid bangga melalui tangan mereka ada mujizat dasyat terjadi, bahkan iblis pun tunduk kepada mereka. Mereka mulai melihat perbedaan yang mereka miliki dengan orang-orang Farisi dan para pengajar di rumah Allah. Mereka merasa bernilai karena melalui tangan mereka Allah mengijinkan ada mujizat terjadi.

Lalu bagaimana dengan penilaian Tuhan Yesus? Yesus berkata: “Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” Bangga bukan karena perbuatan ajaib. Bangga karena mereka tahu namanya terdaftar di sorga. Hari ini kita hidup, harus pastikan nama kita masing-masing terdaftar di sorga.