Pengkhotbah

Perikop
Matius 15:1-21

Ringkasan Khotbah

Didalam Alkitab berbicara soal tanaman, benih, pohon dan tanah merupakan bagian dari kehidupan manusia yang selalu dikaitkan dengan pekerjaan Allah, terutama untuk orang Israel. Tuhan Yesus pernah mengungkapkan perumpamaan tentang dua jenis tanaman didalam Matius 13:24-30, tentang gandum dan lalang; kemudian tentang sesawi dalam Matius 13:31-32; rasul Yohanes memberitahukan tentang pokok Anggur dalam Yohanes 15:1-8, Rasul Paulus dalam Roma 11:16-24. Didalam kitab Mazmur 92:13-15, raja Daud menulis tentang tanaman yang ditanam di bait Tuhan, dan lain lain.

Perumpamaan yang sering dikaitkan oleh para penulis Alkitab tentang tanaman ini tidak hanya sekedar tulisan belaka dan bukan berbicara soal bidang pertanian, memang ini dipakai karena kehidupan umat Tuhan tidak lepas dari kehidupan pertanian. Didalamnya ada pesan yang bernilai kekal yang harus kita tangkap dan ambil menjadi bagian hidup kita. Para pendengar dan pembaca mula-mula telah menangkap makna kekal dari perumpamaan tersebut.

Peristiwa Dalam pembacaan kita, muncul karena ada pertentangan yang begitu mencolok antara melakukan firman Allah dengan praktek adat istiadat orang Yahudi. Maka kita juga pada hari ini perlu berhati-hati dengan adat istiadat yang kita warisi dari nenek moyang. Mari kita bersama-sama melihat tentang tanaman apa yang tidak ditanam oleh Allah?

1. Membasuh tangan sebelum makan (Matius 15:1-2)

Orang Israel memiliki tradisi yang begitu ketat soal membasuh tangan. Makna membasuh tangan dalam tradisi israel:

  • Ketika ada eksekusi terhadap orang yang melakukan kejahatan misalnya bersinah dan harus dilempari dengan batu sampai mati, maka yang memutuskan perkara harus mencuci tangan tanda bebas dari hutang darah atas orang yang dieksekusi mati dan terhadap dia dan keturunanya nanti.
  • Cuci tangan dari bepergian ke ladang atau pasar, wajib dilakukan karena berkaitan dengan tangan yang memegang uang atau benda yang pernah dipakai untuk penyembahan berhala dimana tidak disadari sebelumnya. Maka setiap pulang ke rumah wajib membasuh tangan, kaki dan kepala.
  • Bepergian keluar rumah sekedar berkeliling wajib mencuci tangan karena mungkin bersentuhan dengan orang atau benda atau pakaian orang lain yang najis. Tradisi ini dibangun dari menjaga kekudusan orang karena kontak dengan orang yang menyentuh mayat, wanitan hait dan penyakit Kusta. (Imamat 15; 21; Bilangan 5:1-4).

Apakah Tuhan Yesus menentang Firman Tuhan yang disampaikan Musa? Bagaimana Tuhan Yesus dikatakan penggenapan atas kitab-kitab PL sedangkan pengajaranya bertolak belakang dengan tradisi ini.

Kesalah orang Yahudi memelihara adat ini adalah mereka meletakkan kuk kepada orang lain melalui ayat ini sehingga mereka menjadi bangga atas turutnya murid-murid mereka kepada adat tersebut. (Matius 23:1-7). Lihat betapa liciknya mereka menggunakan firman Tuhan untuk mencari kehormatan diri sendiri.

Frimanya benar tapi motifasinya salah. Maka Tuhan Yesus katakan ikuti ajaranya tapi jangan kelakuanya. Tuhan Yesus memberikan makna sesungguhnya dari kenajisan manusia yang membinasakan. Makan dengan tidak cuci tangan bisa berakibat kematian fisik lebih cepat tetapi tidak berakibat terhadap kematian kekal. Sebelum makan wajib cuci tangan apalagi yg kerja di rumah sakit dan bengkel. Ini menyangkut kesehatan fisik.

Tetapi hati yang bersih, dibasuh dan dicuci oleh Air Firman Allah itu yang menyucikan orang dan bernilai kekal karena membawa kepada hidup yang kekal. Tetapi kalau hatinya tidak dibasuh tetap kotor maka tidak ada kehidupan baginya tetapi penghukuman.

2. Memberikan persembahan kepada Allah (Matius 15:5-6)

Israel diajarkan Musa harus memberikan persembahan. Dalam Imamat 1-7 berbicara tentang persembahan: korban bakaran, korban sajian, korban keselamatan, korban penghapus dosa, koraban penebus salah, korban syukur, korban nazar, korban petang, pagi, persembahan sukarela, persembahan perpuluhan, dll. Apakah salah kalau memberikan persembahan kerumah Tuhan? Tidak.

Lalu mengapa Tuhan Yesus menyatakan bersalah ketika orang Yahudi memberikan persembahan kepada Tuhan?

  • Mereka memberikan persembahan kepada Tuhan secara serakah. Apakah salah kalau memberikan banyak kepada Tuhan? Tidak. Ada kewajiban seorang anak untuk memelihara hidup orang tua di masa tua. Uang yang seharusnya dipakai untuk pemeliharaan orang tua di masa tua semuanya dibawa menjadi persembahan kepada Tuhan. Persembahan model begini tidak berkenan dihadapan Tuhan. Tanggungjawab anak terhadap kehidupan orang tua dimasa tua adalah perintah Allah. Hukum ke lima dalam hukum taurat. Matius 22:21.
  • Memberi persembahan supaya dipuji orang. Matius 12:41-44. Memberi karena kita memiliki kelimpahan berbeda nilainya dengan memberi karena aku mencintai Tuhan. Jangan memberikan persembahan ke pada Tuhan karena engkau terpaksa, dengan sedih hati apalagi supaya di puji orang. Berilah persembahan karena engkau mencintai Tuhan tanpa mengabaikan tanggungjawab sebagai anak dan warga gereja dan warga negara yang baik.

3. Ketidak pekaan terhadap Firman Tuhan (Matius 15:12-13)

Setiap perkatan Tuhan menimbulkan syok terapi kepada mereka yang diluar Tuhan. Orang Yahudi kurang apa? Mereka telah menduduki kursi Musa, itu menurut pengakuan Tuhan Yesus. Mereka adalah ahli dalam kitab suci, mereka siang dan malam habis waktunya menyelidiki kitab suci. Tetapi mengapa mereka bisa salah, mengapa mereka disebut tanaman yang tidak ditanam oleh Allah Bapa?

Disini ada ada yang serajin orang Yahudi meneliti dan memeriksa Alkitab dengan saksama? Kalau orang yang meneliti saja bisa salah apa jadinya dengan mereka yang tidak pernah menyentu Alkitab? Anda tidak masuk hitungan.

Orang Farisi mempelajari kitab Musa dan para Nabi, Tuhan Yesus juga demikian. Tetapi mereka masing-masing mendapat kesimpulan nyang berbeda. Orang Yahudi mempelajari untuk kebanggaan bangsanya dan manusia. Tetapi Tuhan Yesus mempelajarinya untuk mencari kehendak Bapa dalam FirmanNya.

Kepekaan terhadap suara dan kehendak Tuhan hanya dipahami oleh orang mempelajari Alkitab dengan benar, mengerti dengan benar, melakukan firman yang dimengerti dengan benar didalam pimpinan dan penerangan Roh Kudus.

Aplikasinya

  • Setiap adat istiadat dalam kehidupan kita yang menyingkirkan sentralisasi Kristus Yesus dalam kehidupan kita harus di buang. Atau dengan kata lain, setiap kebudayaan dan adat istiadat yang menomorduakan Tuhan Yesus harus segera dibuang, karena itu akan membuat engkau binasa.
  • Setiap kewajiban yang harus kita penuhi sebagai anak, orang tua, warga gereja dan warga negara yang baik harus dilakukan dan tidak boleh di lalaikan.
  • Setiap kebenaran Firman yang murni sering menjadi batu sandungan bagi pergaulan kita, pekerjaan kita, bisnis kita bahkan terhadap kita sendiri. Itu artinya kita berada di posisi yang salah. Jangan bertahan di posisi itu bergegaslah untuk menyingkir dari sana supaya engkau memahami kehendak dan rencana Allah dalam hidupmu.

Sebab jika tidak demikian engkau bukan tanaman yang ditanam oleh Allah Bapa di sorga. Engkau akan di cabut sampai keakar-akarmu. Jadilah tanaman Allah yang ditanam di Bait Tuhan. Amin.