Pengkhotbah

Perikop
Roma 8:1-17

Ringkasan Khotbah

Khotbah minggu lalu membahas tentang sosok Ayub sebagai manusia sejati seperti yang dapat kita lihat dalam catatan Alkitab.  Ayub disebutkan sebagai orang yang takut Tuhan, jujur, saleh dan selalu menjauhi kejahatan.  Di sisi lain Ayub pun merupakan manusia berdosa, tetapi mengapa ada orang berdosa seperti Ayub dapat memiliki moral yang begitu baik dan ia pun dipuji oleh Tuhan Allah sendiri.  Berkaitan dengan ini ,khotbah minggu ini akan membahas lebih lanjut mengenai orang berdosa dan perubahan esensi menjadi anak-anak Allah.  Ciri-ciri dari anak Allah adalah:

  1. Ada di dalam Kristus Yesus (Roma 8:1).  Dalam bahasa Yunani, istilah “dalam Kristus Yesus” itu menggunakan kata “en Kristoo Iesou“, yang artinya “yang diurapi“.  Dalam Tradisi Yahudi, ada tiga jenis jabatan orang yang diurapi oleh Allah: Imam, Raja dan Nabi.  Pengurapan minyak zaitun dilakukan atas orang-orang terpilih sebelum menduduki salah satu posisi tersebut dan Roh Allah akan turun kepada orang tersebut.  Tugas pengurapan ini dilakukan oleh Nabi, sehingga Nabi akan mengurapi Nabi selanjutnya yang akan menlanjutkan estafet pelayanan sebagai Nabi untuk menyampaikan pesan Allah kepada umatNya.  Nabi juga mengurapi Raja sebagai pemegang posisi kepemimpinan tertinggi dalam satu negara.  Nabi mengurapi Imam sebagai pelaksana upacara ibadah Yahudi dan wakil umat untuk perdamaian dengan Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukan.  Tiga jabatan dalam Perjanjian Lama ini telah digenapi oleh Tuhan Yesus, sehingga Tuhan Yesus melakukan peran sebagai Raja untuk membebaskan umatNya dari perbudakan dosa, sebagai Nabi untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan dari Sang Bapa, sebagai Imam untuk menjadi wakil manusia di hadapan Bapa untuk mendamaikan Bapa yang kudus dan manusia berdosa.  Dan melalui iman kepada Kristus Yesus, manusia berdosa telah dibenarkan di hadapan Allah yang kudus.  Kepada orang-orang percaya yang hidupnya ada di dalam Kristus Yesus, maka penghukuman tidak ada lagi dalam orang tersebut.  Marilah kita terus tinggal dalam pengurapan keselamatan Tuhan Yesus. 
  2. Dipimpin Roh Allah (Roma 8:14).  Istilah “dipimpin Roh Allah” ini dalam bahasa Yunani berasal dari kata “pneumati Teou agontai“, yang artinya “dipimpin“.  Roma 8:14 menyebutkan semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah.  Artinya dalam hidup kita, Roh Tuhan yang berada di tempat terdepan dan kita mengikuti tuntunan Roh Allah. 

Jaminan dan keuntungan yang diberikan Allah Yang Baik kepada anak-anak Allah adalah:

  • Tidak akan dihukum dalam neraka
  • Telah dimerdekakan dari perbudakan dosa
  • Memiliki keinginan besar untuk mengalahkan nafsu daging
  • Mendapat status dan kesempatan bersekutu dengan Allah sebagai Bapa
  • Menjadi kesaksian bagi dunia bahwa kita adalah anak-anak Allah
  • Menjadi ahli waris janji keselamatan yang dijanjikan kepada orang Yahudi
  • Dipermuliakan bersama-sama dengan Kristus Yesus Tuhan kita.