Pengkhotbah

Perikop
Yunus 1:1-14

Ringkasan Khotbah

Yunus memiliki nama yang berarti baik (Yunus = burung merpati), tapi ia memiliki kelakuan yang tidak baik. Ia adalah seorang nabi yang harus taat kepada Tuhan. Ketika Tuhan menyuruh dia pergi ke Niniwe, tapi Yunus pergi ke Tarsis (ayat 2-3). Sebagai seorang nabi, seharusnya dia membawa damai dan sukacita di kapal, tetapi membawa malapetaka kepada orang-orang di kapal (ayat 3-4). Dan ketika malapetaka (badai) datang, Yunus malah tidur nyenyak (ayat 5). Walaupun Yunus membawa celaka kepada orang-orang di kapal, mereka tetap tidak membuang Yunus (mereka tidak serta merta membuang Yunus ke dalam laut), mereka berusaha mendayung kapal untuk menyelamatkan diri mereka dan Yunus (ayat 13-14). Seluruh kejadian ini aneh tapi nyata. Mengapa Yunus memberikan peran yang berbeda terhadap namanya (burung merpati) dan jabatannya (nabi)?

  1. Yunus terikat dengan masa lalunya

    Yunus tidak mengasihi Niniwe, karena bangsa Asyur merupakan bangsa yang pernah menyerang negaranya. Mari kita hidup untuk masa depan kita, bukan masa lalu kita. Meskipun masa lalu kita memiliki kepahitan, mari kita meletakkan beban itu di kaki Tuhan. Jangan sampai hidup kita menjadi aneh bin ajaib seperti Yunus.

  2. Dia tertutup dengan suara Tuhan

    Ketika Yunus memenuhi pikirannya dengan ketakutan, ia tidak dapat mendengar suara Tuhan. Dengan demikian, pikiran pikiran dan hati Kristus tidak ada di dalam Yunus. Mari kita memiliki hati dan pikiran Kristus pada kita, dengan tidak menyimpan pikiran-pikiran kepahitan dam ketakutan.

  3. Yunus tidak dapat mengasihi sesama

    Ketika pikiran dan hati Kristus tidak ada di dalam kita, kita tidak dapat mengasihi sesama. Meskipun sesama kita menyakiti hati kita. Mari kita mengasihi sesama kita, dan memiliki pikiran dan hati Kristus.