Pengkhotbah

Perikop
Lukas 23:40-43

Ringkasan Khotbah

Rangkuman khotbah 29 Maret 2020

Lukas 23:40-43
Anugerah bagi dia yang tersalib

Ada perkataan salib yang menunjukkan bahwa yang tersalib itu Yesus bukan Yudas. Yesus menyatakan bahwa orang yang tersalib disebelahNya sudah bersamma dengan Dia di Firdaus. Hanya Allah yang dapat menyatakan hal tersebut.
Pengakuan dari penjahat di sebelah Yesus berasal dari anugrah Allah yang menghadirkan iman. Sehingga ia dapat memilah apa yang tidak dilihat oleh orang lain.

Konsep penjahat yang diselamatkan:

1. Ia mampu melihat kehidupan dibalik kematian (Lukas 23:42) dan mampu melihat melampaui kematian dan Yesus sebagai raja. Kematian adalah masa perpindahan dari kesementaraan dari hidup sementara ke hidup yang kekal.

2. (Lukas 23:40-41) mampu melihat keadilan Allah yang akan menghukum sesuai keadilan Allah. Ia bahkan menegur penjahat yang menghujat Yesus dan menyatakan kebersalahan mereka berdasarkan hukum keadilan. Ia tahu bahwa Allah sendiri yang akan menghakimi mereka, dan mengerti bahwa Yesus tidak bersalah. Orang yang menyadari keberdosaan dirinya cenderung untuk tidak menyerang orang lain melainkan lebih merendahkan dirinya sendiri.

3. (Lukas 23:42) Penjahat di sebelah kanan menyerahkan jiwanya kepada Yesus. Ia tidak menuntut mujizat secara duniawi. Sebaliknya penjahat disebelah kiri bukan menuntut kebutuhan jiwanya dari Yesus namun tuntutan jasmani untuk menurunkan mereka dari salib.

Makna salib:
1. Tempat penghukuman penjahat
2. Tenpat kematian
3. Tempat tidak ada mujizat
4. Tidak bisa diselamatkan
5. Tenpat penghujatan orang yang tersalib
Penjahat di sebelah kanan tetap bisa melihat anugrah Allah di tengah penyaliban. Itulah cara pandang Kristen yang sesungguhnya.

Mari kita tidak hanya sibuk dengan hal-hal jasmani saja tetapi berikanlah totalitas hidup kita untuk melayani Tuhan sehingga dapat dipakai untuk pujian akan nama Tuhan.
Amin

dirangkum oleh,
Sdr.Matius Ridwan Kusuma