Pengkhotbah

Perikop
Mazmur 1 : 1-3

Ringkasan Khotbah

Istilah buah yang dituliskan dalam Alkitab memiliki beberapa arti :

  1. buah dalam arti harafiah yaitu buah dari pohon (sebagai contoh anggur).
  2. buah dalam arti perbuatan dari ajaran dan kepercayaan yang tercantum dalam Matius 7 : 17.
  3. buah dalam arti kenyataan atau bukti dari satu kebenaran atau kejadian seperti tercantum dalam Matius 3 : 8.
  4. buah dalam arti hasil atau akibat dari pekerjaan atau pelayanan seperti tercantum dalam Filipi 1 : 21-22.
  5. buah dalam arti perkataan atau ucapan seperti tercantum dalam Amsal 12 : 14 dan Ibrani 13 : 15 yang menegaskan untuk memuliakan Tuhan dengan buah bibir, perkataan dan ucapan.

Lebih jauh lagi, Mazmur 128 : 1 -4 memberikan gambaran yang lebih menyeluruh tentang definisi buah. Dalam teks bacaan ini buah diartikan sebagai hasil dari jerih payah (ayat 1). Bagi orang yang takut akan Tuhan, bekerja bukan hanya untuk mencari nafkah tetapi juga kesempatan untuk berbuah (calling not job). Ayat 2 menuliskan istri seperti pohon anggur artinya segala sesuatu yang dihasilkan berhasil. Ayat 3, anak-anak seperti tunas pohon zaitun, artinya yang masih muda tetapi memiliki harapan. Sekeliling meja berarti satu keluarga harmonis, makan dan menikmati bersama-sama.

Lalu bagaimana kita dapat menghasilkan buah seperti yang disebutkan dalam Mazmur 128 : 1 -4?

Mazmur 1 : 2 menuliskan ”tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” Dengan demikian kunci untuk menghasilkan buah didalam hidup ini adalah merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam.

Mengapa perlu merenungkan Taurat Tuhan?

Mazmur 1 : 3 menuliskan ”Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Dengan demikian dengan merenenungkan Taurat TUHAN, kita akan tetap kuat menghadapi tantangan apapun. Roh Kudus diibaratkan sebagai aliran air yang menguatkan kita untuk menjalani kehidupan sehingga menghasilkan buah. Selain yang dituliskan di atas, buah ini diartikan seperti dalam Galatia 5 : 22.

Rahasia untuk menjadi pribadi yang berbuah dalam pekerjaan, keluarga maupun pelayanan adalah merenungkan Firman Tuhan setiap saat dengan pertolongan Roh Kudus. Amin.