Pengkhotbah

Perikop
Matius 5 : 10

Ringkasan Khotbah

”Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Matius 5 : 10

 

Bacaan kali ini hendak mengingatkan bahwa penderitaan dan penganiayaan identik dengan pengikut Kristus. Tertulis dalam Filipi 1 : 29 bahwa mengikut Kristus bukan saja untuk percaya kepada Kristus melainkan juga untuk menderita untuk Dia. Tidak sedikit dari murid-murid Tuhan Yesus yang harus mengalami penderitaan karena memegang kebenaran selama hidupnya. Tomas, yang ditusuk oleh tombak di India ketika mengabarkan injil, Rasul Yohanes yang digoreng dalam kuali dan dibuang ke Pulau Patmos, Yohanes Pembabtis yang dipancung kepalanya karena menegur Raja Herodes yang berzinah dan seterusnya.

Lebih jauh lagi, pengikut Kristus bahkan telah mengalami penderitaan oleh karena kebenaran sejak awal gereja mula-mula. Kaisar Kaligula yang berkuasa pada saat itu, menganggap dirinya adalah Tuhan dan mengharuskan setiap orang menyembahnya. Dan bagi setiap orang yang tidak menyembahnya mendapat hukuman. Penderitaan ini pun terus berlanjut hingga kekaisaran seterusnya, yaitu Kaisar Nero yang sangat kejam.

Kata kebenaran dalam bahasa Yunani menggunakan dua kata, yaitu dikaisunen dan alithea. Alithea ini berarti kebenaran sejati. Bacaan kali ini (Matius 5 : 10) menggunakan kata kebenaran dalam bahasa Ibrani yaitu, alithea.

Ketika setiap pengikut Kristus mengalami penderitaan oleh karena kebenaran, Allah seakan tinggal diam dan tidak bertindak. Lebih jauh lagi,  Alkitab mencatat justru orang yang mengalami penderitaan oleh karena kebenaran justru akan berbahagia  dan diberkati. Mengapa demikian?

  1. Karena penganiayaan dan penderitaan dipakai Tuhan untuk mengetahui sejauh mana kesetiaan seseorang.
  2. Karena penganiuaan dan penderitaan akan membawa kita mengambil bagian dalam penderitaan Kristus.
  3. Karena melalui penganiyaan dan penderitaan, pengikut Kristus dapat menyaksikan kebaikan Kristus kepada setiap orang. Amin