Pengkhotbah

Perikop
Matius 5 : 11-12

Ringkasan Khotbah

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” Matius 5 : 11-12

 

Kata fitnah dalam bahasa Yunani adalah Katalaleite. Katalaleite ini memiliki tiga makna, yakni :

  1. menceritakan berita yang salah tentang orang lain,
  2. menceritakan berita kebenaran namun tidak seutuhnya melainkan hanya setengah (Half True),
  3. menceritakan kebenaran namun dibumbui dengan ekspresi dan penekanan yang berbeda.

 

Fitnah ini sering dialami pengikut Kristus bahkan sejak gereja mula-mula, oleh karena itu, melalui ucapan bahagia Tuhan mempersiapkan murid-muridNya dan setiap orang percaya untuk siap menghadapi fitnah. Ada empat fitnahan yang dihadapi jemaat gereja mula-mula, antara lain :

  • orang-orang Kristen adalah orang-orang kanibal (pemakan manusia) karena mereka makan dan minum darah Tuhan Yesus. Fitnahan ini didasarkan pada Matius 26 : 26-28
  • orang-orang Kristen adalah pemecah keluarga. Fitnahan ini didasarkan pada Lukas 14 : 26. Padahal maksud dari ayat tersebut adalah untuk mengingatkan tentang pentingnya mengutamakan Tuhan dibanding keluarga.
  • orang-orang Kristen adalah orang-orang yang mempraktekan amoral. Fitnahan ini didasarkan pada 1 Petrus 5 : 14 dan Roma 16 : 16.

 

Menanggapi fitnahan-fitnahan tersebut, sesuai dengan ucapan bahagia yang disampaikan oleh Tuhan, Ia tetap meminta kita berbahagia dan bergembira. Mengapa demikian?

  1. Ketika kita difitnah oleh karena kebenaran ( Matius 5 : 11 ), kita menempatkan diri pada pihak Tuhan. Sebaliknya, dengan berada pada pihak Tuhan, Tuhan pun berada pada pihak kita. Sekalipun, orang memfitnah, Tuhan yang menjadi pembela kita.
  2. Ketika kita difitnah, fitnah yang kita terima, Tuhan perhitungkan sebagai upah, yaitu upah yang besar ( Matius 5 : 12). Lebih lagi, Tuhan menjanjikan bahwa jerih lelah di dalam Tuhan tidak pernah sia-sia (1 Korintus 15 : 58).
  3. Ketika kita difitnah, orang yang memfitnah kita tidak akan lebih tinggi daripada kita yang difitnah.Kejadian 50 menuliskan bahwa orang yang memegang kebenaran akan menjadi kepala dan bukan ekor selain itu akan menjadi berkat bagi orang lain. Amin.