Pengkhotbah

Perikop
Matius 5 : 6

Ringkasan Khotbah

”Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” Matius 5 : 6

Kebanyakan orang berpendapat bahwa kebahagian adalah tujuan dari hidup ini. Bahkan pandangan dunia mengatakan bahwa dengan mengejar harta, wanita dan tahta, maka seseorang akan meraih kebahagian. Namun sesungguhnya, pandangan tersebut keliru adanya.

Mengapa demikian?

Karena kebahagiaan seharusnya bukan tujuan melainkan konsekuensi dari suatu tujuan. Tidak sedikit juga orang yang berusaha meraih tujuannya dengan menghalalkan segala cara dan berakhir dengan ketidak-bahagiaan.

Bagaimana dengan tujuan hidup orang percaya? Bacaan hari ini hendak mengingatkan bahwa tujuan setiap orang percaya adalah melakukan kebenaran yang didasarkan pada prinsip kebenaran Firman Tuhan.

Kata kebenaran ini dalam Alkitab versi bahasa Inggris diterjemahkan dalam dua kata yang berbeda.

Terjemahan yang pertama adalah Truth. Kata truth ini mengacu pada Firman Tuhan. ”Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6 : 33)

Terjemahan yang kedua adalah Righteousness. Kata righteousness ini mengacu pada hidup yang benar. Hidup benar berarti melakukan tindakan kebenaran. Tindakan kebenaran itu sendiri tidak dapat ditawar (lihat Matius 5 :10) dan mutlak adanya. C.S Lewis pernah berkata bahwa Allah tidak pernah memberi kebahagiaan di luar Allah.

Dengan demikian ketika kita melakukan kebenaran yang didasarkan pada kebenaran Firman Tuhan, maka kebahagiaan adalah jaminan yang Allah berikan dalam hidup kita.