Ringkasan Khotbah

Bacaan teks kali ini menimbulkan suatu pertanyaan yang dapat saja bisa menjadi masalah dalam pengajaran kristen. Apakah kemurahan yang Tuhan anugerahkan kepada kita tergantung kepada kemurahan kita? Demikian juga dalam Matius 6:15. Apakah kita mengampuni baru Allah mengampuni kita?

Jawabannya adalah orang yang bermurah hati dan mengampuni adalah bukti bahwa ia telah menerima kemurahan dan pengampunan dari Allah terlebih dahulu. Pengampunan itu merupakan kemurahan Allah yang akan diperhitungkan sebagai kemurahan Allah dalam penghakiman kelak.

Pertanyaan selanjutnya, apakah terdapat kemurahan diluar Kekristenan? Jawabannya ada, yaitu :

1. Kemurahan Filontrop

Orang yang melakukan kemurahaan ini adalah orang-orang kaya yang dapat memberikan harta mereka untuk menolong orang yang tidak mampu. Walaupun harta yang mereka serahkan hanya sekian persen dari harta yang mereka miliki.

2. Kemurahan Altruis

Orang yang melakukan kemurahaan ini adalah orang-orang yang rela dan mau mengorbankan harta dan hidup mereka untuk orang lain. Bahkan harta mereka yang mereka dapatkan tidak mereka pergunakan sedikitpun untuk mereka. Semuanya diserahkan untuk menolong orang lain.

Kalau demikian apa yang membedakan kemurahaan didalam Alkitab dengan kedua kemurahan diatas? Terdapat 2 hal penting yang membedakan kemurahan menurut Alkitab dengan kemurahan diatas.

  • Kemurahan hati menurut Alkitab harus membawa kita dan orang yang menerima kemurahan kita sampai kepada Tuhan yang merupakan sumber kemurahaan.
  • Kemurahan hati menurut Alkitab tidak hanya berbicara kita memberi bantuan kepada orang lain tetapi yang terutama adalah kita menempatkan pikiran, perasaan pada posisi orang yang kita tolong. Hal ini yang dilakukan Tuhan Yesus bagi manusia. Dimana Ia tidak hanya menolong kita dari dosa, tetapi ia juga memposisikan diri-Nya menjadi manusia untuk mengalami apa yang dialami oleh manusia. Namun perlu dipahami bahwa Ia tidak berdosa namun Ia memikul dosa manusia agar manusia di selamatkan.

Implikasi dari kedua poin kemurahan dalam Alkitab ini membuat kita belajar :

1. Ketika kita melakukan kemurahan kepada orang lain, bukan karena kita lebih dari orang lain. Namun karena kita sadar bahwa kita dicipta untuk saling menolong sebagai gambar dan rupa Allah.

2. Ketika kita melakukan kemurahan kepada orang lain, kita tidak menjadi sombong sebab tujuan kebaikan itu bukan kembali kepada kita tetapi kepada Tuhan. Hal ini menjadi tamparan bagi kita orang Kristen yang tidak hanya belajar dari Firman Tuhan tentang kemurahan hati, namun kita harus mempraktekan itu dalam hidup kita, maka kita akan berbahagia dan kebahagian ini boleh mengalir kepada sesama kita melalui kemurahan yang kita lakukan. Amin.