Pengkhotbah

Perikop
Kej. 5:21-24

Ringkasan Khotbah

Khotbah minggu ini terambil dari Kej. 5:21-24 mengenai Henokh yang hidup bergaul dengan Allah.  Bergaul artinya berjalan bersama, maka bergaul dengan Allah berarti juga hidup berjalan bersama dengan Allah.  Henokh di dalam hidupnya selalu berjalan bersama-sama dengan Allah, dan dia mengerti dan melakukan kehendak Allah dalam hidupnya.  Dalam melakukan kehendak Allah itu, Henokh tidak melalaikan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga bagi istri dan anak-anaknya.

Kita dapat memperhatikan tiga hal dalam bergaul dengan Allah atau menjadi sahabat Allah:

  1. Percaya bahwa Allah ada (Ibrani 11:5-6).  Eksistensi Allah telah dinyatakan melalui hati nurani manusia, alam semesta, sejarah, Tuhan Yesus, dan Alkitab.  Meskipun Allah yang adalah Roh tidak dapat terlihat dengan mata jasmani, tetapi kehadiran dan keberadaan-Nya dapat kita rasakan.  Keyakinan akan keberadaan Allah memungkinkan Henokh menjadi sahabat Allah.
  2. Iman.  Iman memberi kekuatan dan pengharapan bahwa Allah ada.  Melalui iman, kita dibenarkan di hadapan Allah.  Iman kepada Allah di dalam Yesus Kristus harus memiliki tiga unsur: a) Unsur pengetahuan, b) Persetujuan, dan c) Pengandalan (penyerahan diri).  Iman tanpa tiga unsur ini adalah buat.  “Pengetahuan” artinya kita memiliki informasi dan relasi dengan Allah.  “Setuju” artinya apa yang kita tahu benar adanya.  “Mengandalkan” artinya kita mempercayakan sepenuh hidup kita kepada Allah yang kita tahu dan setujui bahwa Dia ada.
  3. Menjadi saksi Allah atas generasinya (Yudas 1:14-16).  Henokh meskipun usianya paling pendek di antara manusia seperti tercatat dalam Kejadian, dia menjadi kesaksian bahwa hidupnya benar di tengah angkatan yang jahat.  Buktinya dapat kita lihat dari Kejadian 6 bahwa Allah menyesal akan generasi manusia yang kecenderungan hatinya adalah jahat dan membinasakannya dari muka bumi.  Henokh bernubuat memberitakan tentang Allah pada zamannya.  Banyak orang waktu itu menista Allah dan meragukan keberadaan-Nya, tetapi Henokh tetap yakin Allah yang menjadi sahabatnya itu ada dan akan datang menghakimi bumi.  Dia akan datang dengan beribu-ribu orang kudus (Yudas 1:14).  Akhirnya Henokh diangkat oleh Allah dan tidak mengalami kematian.  Ini menjadi suatu kesaksian bahwa Allah yang disembah Henokh adalah Allah yang hidup, bukan Allah orang mati.  Tuhan Yesus sendiri menyebut bahwa Dia adalah Allah Abraham, Ishak, dan Yakub.  Kita yang bergaul dengan Allah pun menjadi kesaksian bagi zaman ini bahwa Allah itu ada.  Jangan kita takut bersaksi tentang Tuhan Yesus.  Allah yang kita percaya akan berkarya dalam hidup kita.  Marilah kita menjadi Henokh-Henokh zaman ini dan hidup bergaul dengan Allah.