Ringkasan Khotbah

Pendahuluan:

Ibrani 10:5-9 mengutip Mzm. 40:7-9 mengenai makna korban berkaitan dengan Kristus sebagai penebus dosa, sehingga Mazmur 40 ini tergolong Mazmur Mesianik. Penulisan Mazmur ini tidak memberikan waktu yang jelas, dan diperkirakan pada waktu Daud di pengungsian atau pada tahun-tahun awal ia memerintah. Dari pelajaran berharga Mazmur Daud ini memberi petunjuk penting bagi kita untuk melihat bagaimana menghadapi masa-masa sulit seperti yang dialami pemazmur yaitu Daud sendiri.

Berdasarkan Mazmur 40:1-11 kita akan merenungkan firman Tuhan ini dengan tema: “Bersyukur dan Berkarya

Bagaimana supaya kita dapat bersyukur danberkarya bagi Tuhan melalui gereja, lembaga, sekolah, pekerjaan, keluarga, maupun melalui apapun? Maka melalui bagian firman Tuhan ini Ada 3 hal penting yang akan kitapelajari bersama, yaitu:

A. Menaruh pengharapan sepenuhnya kepada Tuhan

Dalam ungkapan Daud ”Aku sangat menanti-nantikan Tuhan”, perhatikan kata ’sangat menanti-nantikan’ dalam terjemahan asli ’qavah’ NIV ’waited patiently’ artinya menunggu dengan sabar, atau menantikan dengan begitu sangat lama. Dari sini kita memahami bagaimana Daud setia dengan sabar menantikan pertolongan Tuhan dalam hidupnya, ketika ia berada dalam situasi tekanan, mengancam hidupnya, tetapi yang membuat ia bertahan yaitu dengan menaruh sepenuhnya pengharapannya kepada Tuhan yang ia sembah yaitu Allah Abraham, Ishak dan Yakub.

bagaimana dengan kita, sudah sampai dimana kita menaruh pengharapan kita kepada Tuhan? sejauh mana kita menantikan jawaban Tuhan? atau mungkin kita lebih percaya kepada pikiran, kepintaran kita? atau kita lebih banyak bergantung pada berkat, bukan kepada Allah yang adalah sumber berkat.

Maka dalam bagian ini orang yang menaruh pengharapan kepada Tuhan, atau menanti-nantikan Tuhan dengan sabar, kalau kita lanjut sampai ayat 4 ada 7 berkat yang dialami Daud ketika ia menaruh pengharapan kepada Tuhan:

  1. ”Ia menjenguk kepadaku”, istilah ’menjenguk’ dari terjemahan ’inclined’ artinya cenderung atau mencondongkan. Daud merasakan bahwa Allah mencondongkan hatinya Daud, ini ungkapan bentuk perhatian Allah kepada Daud
  2. ”dan mendengar teriakku minta tolong”, He heard my cry
  3. ”Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawah” Ia menyelamatkan dari bahaya
  4. ”Ia menempatkan kakiku diatas bukit batu”, Ia membawa ke tempat yang aman
  5. ”Menetapkan langkahku” kata asli ’kuwn’ dalam penjelasan kata ’to be erect, to set up, in a great variety of applications’, artinya Tuhan menegakkan atau mengatur kehidupannya. Saya tertarik dengan kata ’established’ (設立 setsuritsu; Pendirian, pembentukan
  6. ”Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah”
  7. ”Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan.”

Melihat bagaimana berkat Tuhan yang diberikan kepada Daud, ayat 5 disini Daud mengungkapkan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang menaruh kepecayaanNya kepada Tuhan, ’menaruh’ memberi arti juga menggantungkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Sebagai antonim diungkapkan dalam ayat 5 bagian berikutnya, ialah tidak berpaling ’respected’ kepada orang-orang yang angkuh (sombong, membanggakan diri) atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan.

B. Selalu mengingat/merenungkan segala kebaikan Tuhan

Raja Daud sungguh menyadari begitu banyak hal yang Tuhan telah perbuat dalam hidupnya, banyak menunjukkan perbuatan/kebaikan Tuhan terhadap Daud tidak terhitung dan Allah melakukan hal-hal yang ajaib. hal-hal Ajaib disini melihat kembali bagaimana Daud dalam tahun-tahun pengasihan, hidup yang selalu diburu, dikejar-kejar untuk dibunuh, dan jauh sebelumnya keajaiban pada waktu Daud masih remaja diperhadapkan dengan Goliat, sehingga hal ini dapat dikatakan karya Tuhan yang begitu indah dan ajaib, dan semuanya begitu nyata dan banyaklah rencana-rencana Allah yang begitu agung dan mulia band. Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Perbuatan Tuhan disini bukan hanya untuk Daud, kata “dan maksudMu untuk kami” hal ini menunjukkan bahwa bukan hanya Daud yang menerima perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib, melalui Daud bangsa Israel juga mendapatkan hal yang serupa.

Maka melihat akan perbuatan Tuhan yang ajaib, Daud sungguh yakin bahwa tidak ada allah lain yang bisa disejajarkan dengan Allah yang disembahnya, karena Allah yang dipercayai Daud yaitu Allah yang melakukan tindakan-tindakan nyata, ajaib, spektakuler, dan rencana-rencananya agung dan sangat indah. Untuk itu Daud ingin memberitakan perbuatan-perbuatan Tuhan sekalipun menghitungnya tidak sanggup.

C. Bertekad, berkomitmen untuk terus berkarya bagi Tuhan

Pada ayat 7 Daud mengungkapkan bahwa Allah tidak meminta persembahan korban sembelihan atau korban sajian. Korban sembelihan merupakan korban berupa hewan yang dipersembahkan kepada Tuhan, mencakup korban bakaran, korban keselamatan, korban penghapus dosa dan korban penebus salah termasuk korban sajian jika itu menggunakan hewan. Maka korban sembelihan ini sangat penting dalam kehidupan orang Israel khusunya bagi Daud. Korban sajian merupakan sebuah persembahan kepada Allah sebagai suatu tindakan penyembahan, yang melambangkan penyerahan hasil pekerjaan seseorang kepada Allah. Maka dalam korban ini memberi makna bahwa semua karya manusia atau apa yang diusahakan manusia harus dilakukan untuk Tuhan, dan setiap berkat yang diterima harus dengan ungkapan syukur kepadaNya band. 1Kor. 10:31 “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”. Kedua hal mengenai korban persembahan kepada Tuhan, Allah tidak menghendaki itu dan dan tidak menuntut untu dipersembahkan kepadaNya, bagi bagi Daud mendengarkan firman Allah adalah hal yang utama band. ayat 7 “tetapi Engkau telah membuka telingaku.” Melihat kejadian Saul liht. 1Sam. 15:22. Dari hal ini menunjukkan kepada kita bahwa Allah bukan menolak persembahan kita apakah itu persembahan materi, pujian, sembah syukur atau pelayanan, tetapi yang sanagt diinginkan Tuhan bagi Daud yaitu mendengarkan firman Allah. Maka ayat 9 muncul perkataan Daud “aku suka melakukan kehendakMu ya Allah” ini dikarenakan mendengarkan perintah-perintah Allah. Istilah ”melakukan kehendak Tuhan” artinya mau berkarya menurut kehendak Tuhan. Raja Daud bertekad untuk mengabarkan keadilan Tuhan , kesetiaan Tuhan, kasih Tuhan, kebenaran Tuhan, dan keselamatan dari Tuhan (ay.10-11).

Kesimpulan dan penerapan

Marilah kita manata hidup dan pelayanankita kedepan dengan berpedoman padakebenaran firman Tuhan yang baru kitapelajari yaitu :

  1. Kita mau menaruh pengharapan kita sepenuhnya kepada Tuhan
  2. Kita senantiasa selalu mengingat/merenungkan segala kebaikan Tuhan dalam hidup dan pelayanan kita
  3. Marilah kita bertekad untuk terus berkarya bagi Tuhan melalui lembaga atau gereja dimana kita melayani