Pengkhotbah

Perikop
Ibrani 12:1-11

Ringkasan Khotbah

Ada sebuah cerita tentang pelari marathon, John Stephen Akhwari, dari Tanzania yang mengikuti perlombaan di Meksiko.  Pada saat berlari dia mengalami kecelakaan pada kakinya.  Hal ini menyebabkan dia mengalami kesulitan untuk berlari, namun dia tetap berlari.  Setelah semua pelari mencapai garis finish, dia baru sampai ke garis itu satu jam kemudian.  Ketika wartawan bertanya “mengapa engkau tidak berhenti dalam kondisi kaki cidera?”  Jawa Akhwari, ” Negara saya Tanzania, mengirim saya ke perlombaan ini bukan untuk memulai perlombaan saja tetapi untuk menyelesaikan perlombaan ini.”  Dari ilustrasi di atas, kita sebagai orang kristen dipanggil untuk tidak hanya memulai perlombaan tetapi juga untuk menyelesaikan perlombaan iman.

Dalam perlombaan iman dan meraih mahkota yang abadi, Tuhan akan selalu mengiringi untuk memampukan kita bertekun.  Hal ini dapat kita liat dari perjalanan orang-orang kudus (Ibrani 11) yang terus bertekun ditengah penaniayaan seperti kemiskinan, keterlantaran, penyiksaan, dan penolakan.

Untuk dapat bertekun dalam perlombaan iman, ada tiga hal utama yang dapat kita petik: (Ibrani 12: 1-11)
1. Menanggalkan semua beban dosa
 Seperti seorang pelari yang berlari tanpa membawa apapun demikianlah kita harus melepaskan setiap dosa.
Tanpa ada beban dosa kita akan memberi ruang pada Roh Kudus yang menjadikan kita selalu percaya dan terpikat kepada Tuhan.  Beberapa contoh dalam Alkitab:
a. Daud yang mengerti hukum taurat namun ia berbuat dosa yang menyebabkan dia lupa akan hukum taurat.
b. Rehebeam (2 Taw. 12:14) berhasrat menjadi raja dengan cara yang tidak diinginkan Tuhan sehingga Tuhan membawa Mezir menyerang rehebeam.

2. Berlari dengan mata tertuju kepada Yesus
Gaya hidup (kesombongan dll) membawa kita menjauh dari Tuhan.  Tuhan Yesus adalah teladan kita dalam penderitaan, yang terus memandang kepada rencana Allah Bapa.

 3.Tuhan menghajar orang yang dikasihinya melalui penderitaan
Perumpamaan tentang anak yang hilang merupakan perumpamaan yang jelas mengenai sebuah penderitaan yang diijinkan untuk membawa pertobatan.