Ringkasan Khotbah

Ada orang yang berpendapat, silakan beribadah dengan cara apapun tidak menjadi masalah, asalkan tujuannya benar, yaitu kepada Allah YHWH. Namun teks bacaan kali ini, yaitu Keluaran 20 : 4-5 sebagai hukum yang pertama dan kedua dalam hukum Taurat menegaskan bahwa pendapat ini tidak benar.

Calvin mengatakan Keluaran 20 : 4 (hukum yang pertama) berbicara tentang objek penyembahan atau kepada siapa kita harus menyembah, yaitu Allah itu sendiri. Sedangkan Keluaran 20 : 5 (hukum yang kedua) berbicara tentang objek penyembahan dan  cara ibadah yang benar.

Selain Keluaran 20 : 4-5, di dalam Alkitab, ada beberapa ayat yang dapat dijadikan landasan bahwa Allah berkenan kepada kita apabila kita memiliki objek penyembahan dan cara penyembahan yang benar.

1. Keluaran 32 : 1-6

Bacaan ini menuliskan tentang bangsa Israel yang mengumpulkan anting-anting emas untuk dibuat patung anak lembu emas. Keluaran 20 : 4, ”Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan…” Selanjutnya patung anak lembu emas tersebut menjadi perantara mereka untuk menyembah kepada TUHAN. (ayat 4 bagian akhir) ”…Kemudian berkatalah mereka: ”Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!’‘  Sebagai akibat dari perbuatan mereka ini, di akhir bacaan tindakan bangsa Israel ini mendatangkan kutuk dan murka Allah atas mereka.

2. Hakim-hakim 8 : 22-27

Bacaan ini menuliskan tentang bangsa Israel yang meminta Gideon dan anaknya untuk memimpin bangsa Israel. Awalnya Gideon menjawab dengan benar, bahwa bukan Gideon maupun anaknya yang akan memerintah bangsa Israel (lihat ayat 23) melainkan Tuhan. Namun di akhir jawabannya, Gideon meminta bangsa Israel mengumpulkan anting-anting untuk membuat efod untuk menjadi perantara dalam menyembah Tuhan. Tentunya hal ini tidak berkenan kepada Tuhan

Dapat disimpulkan, meskipun tujuan penyembahan kita benar kepada Tuhan, tetapi apabila cara ibadah kita tidak langsung kepada Tuhan, melainkan ada sesuatu yang dikultuskan atau sesuatu yang mutlak yang harus dibuat dan dijadikan sama dengan Allah, baru ibadah itu bisa sampai kepada Allah, maka ibadah tersebut tidak berkenan kepada Allah.

Jika demikian, selain mengetahui objek penyembahan yang benar, kita perlu mengetahui cara penyembahan yang benar, antara lain :

  • Menjadikan Kristus sebagai Allah dan Juruselamat dan satu-satunya pengantara bagi ibadah kita. I Timotius 2 : 5, ”Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,”
  • Menaikkan penyembahan melalui pujian yang benar kepada Tuhan. Dalam menaikan pujian kepada Tuhan, kita perlu memperhatikan dan mengkritisi kembali syair dalam pujian tersebut apakah sesuai dengan alkitab dan Firman Tuhan. Sebagai contoh :
    • pujian ‘inilah yang ku mau, Kau menjaga hatiku’, Amsal 4 : 23 menuliskan bahwa Tuhan memerintahkan manusia untuk menjaga hati kita dan bukan sebaliknya sehingga pujian ini perlu dikritisi menjadi ‘Tuhan inilah yang Kau mau, ku menjaga hatiku’.
    • pujian ‘ku akan terbang bersamaMu’ seakan mengajarkan kita untuk lari dari masalah (lihat Matius 6 : 34). Alkitab tidak pernah mengajarkan kita lari dari masalah, justru Tuhan mengizinkan kita menghadapi masalah dengan penyertaan-Nya. Sehingga pujian ini perlu dikritisi menjadi ‘ku akan tetap bersamaMu’.
    • pujian ‘ku tak membawa apapun juga’. Dalam lagu ini ada syair yang menuliskan ‘saat ku datang ke dunia’, dan ‘kembali ke surga’ istilah datang dan kembali menandakan sepertinya kita sudah ada sebelumnya. Istilah datang dan kembali sesuai dengan konsep inkarnasi dan hanya ditujukkan untuk Kristus. Karena sebelumnya Ia sudah ada, datang ke dunia dan kembali ke surga. Sehingga pujian ini perlu dikritisi istilah datang menjadi dilahirkan dan kembali menjadi pergi.
  • Selain syair, not juga perlu diperhatikan. Pujian ‘Gita Sorga Bergema’ adalah pujian yang memiliki not yang sangat alkitabiah. Ketika berbicara tentang Tuhan notnya dibuat bernada tinggi namun ketika berbicara tentang dunia notnya dibuat bernada rendah.

Amin.