Ringkasan Khotbah

Apabila beberapa minggu yang lalu, telah dibahas bahwa Gereja yang Teguh dan Setia adalah Gereja yang penyembahannya hanya berpusat kepada Allah dan tidak  menganut paham sinkretisme (menambah kebenaran dari Tuhan dengan kebenaran-kebenaran dari ajaran atau agama lain) dan politeisme (penyembahan campuran yaitu dengan menambah alah lain). Maka di minggu ini, masih melanjutkan sub-thema tahunan GIII Se-Jepang, yaitu Gereja yang Teguh dan Setia adalah gereja yang memiliki objek dan cara penyembahan yang benar.

Dalam proses untuk terus menjadi Gereja yang Teguh dan Setia, setiap orang percaya perlu waspada dan berhati-hati terhadap beberapa objek yang berpotensi menjadikan orang percaya menganut politeisme dan sinkretisme.  Objek-objek tersebut antara lain :

Patung

Keluaran 20 : 4 menuliskan, ” Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.” Apakah artinya manusia tidak boleh membuat patung? Sedangkan ayat 5 menuliskan, ” Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, …” Banyak penafsiran mengenai kedua ayat ini. Ada yang menafsirkan ayat ini dengan memisahkan kedua ayat ini. Namun sebenarnya, kedua ayat ini tidak dapat dipisahkan. Artinya, bukan berarti manusia tidak boleh membuat patung. Karena pekerjaan membuat patung adalah seni dan seni itu sendiri adalah berasal dari Allah. Yang menjadi masalah ketika manusia membuat patung kemudian menyembah patung buatannya itu.

Ciptaan Lain

Amos 5 : 26 menuliskan, ”Kamu akan mengangkut Sakut, rajamu, dan Kewan, dewa bintangmu, patung-patungmu yang telah kamu buat bagimu itu,” Ciptaan disini bisa berupa bintang, matahari, pohon, bulan dan ciptaan-ciptaan Tuhan lainnya. Sebagai contoh, banyak orang percaya kepada ramalan bintang. Namun sebenarnya bintang dan ciptaan lainnya memiliki kedudukan lebih rendah dibanding manusia, karena Tuhan menciptakan benda-benda tersebut untuk manusia, sehingga hanya Tuhan yang layak disembah.

Arwah

1 Samuel 28 : 3-25 menuliskan tentang raja Saul yang sedang mencari petunjuk untuk melawan bangsa Filistin. Namun karena Tuhan tidak menjawab dan Samuel telah mati, maka Saul memanggil seorang perempuan tenung yang dapat mendatangkan arwah Samuel. Namun sebenarnya, arwah tersebut bukanlah arwah Samuel, melainkan tipuan setan agar manusia percaya kepada roh-roh nenek moyang. Alkitab menuliskan bahwa orang yang sudah mati tidak memiliki hubungan dengan orang yang masih hidup.

Alat-alat Sihir

Mikha 5 : 11 menuliskan bahwa alat-alat sihir harus dilenyapkan. Alat-alat sihir yang dimaksud adalah jimat, praktik-praktik sihir dan peramal. Hanya Tuhan yang boleh disembah.

Keluarga

Lukas 14 : 26 menuliskan, ”Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” Banyak orang salah mengartikan ayat tersebut dan beranggapan bahwa agama Kristen menyebabkan perpecahan dalam keluarga. Sebenarnya kata membenci dalam ayat tersebut tidak untuk dimaksudkan secara harafiah. Kata membeci dalam bahasa aslinya disebut miseo yang memiliki definisi mencintai lebih sedikit. Maksud dari ayat ini adalah bahwa porsi cinta terhadap Tuhan harus lebih besar dibandingkan kepada keluarga, orang-orang yang dikasihi bahkan dengan diri sendiri.

Mamon (Harta atau Uang)

Matius 6 : 24 menuliskan, ”…Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Pada awalnya kata mamon memiliki arti yang luas yaitu mempercayakan harta kepada, namun lama kelamaan artinya bergeser menjadi mempercayai harta. Allah tidak boleh disandingkan dengan uang. Jangan menempatkan uang lebih tinggi daripada manusia apalagi Allah.

Hobi

Pekerjaan

Studi

Pacar

Pelayanan

Tanpa hubungan atau persekutuan dengan Tuhan, pelayanan bisa juga menjadi berhala.

Sosial Media

Amin.