Pengkhotbah

Perikop
Matius 4 : 1-11

Ringkasan Khotbah

Satu hal yang tidak mungkin Tuhan hilangkan dalam dunia ini adalah pencobaan. Bahkan melalui teks bacaan hari ini, secara tersirat Bapa di surga juga mengizinkan Yesus dicobai oleh iblis. Perlu diperhatikan, bahwa meskipun Yesus dicobai, tetapi Yesus menang atas pencobaan. Hal ini menjadi pegangan bagi kita sebagai orang percaya, bahwa meskipun Allah mengizinkan cobaan ada di dalam hidup kita, tetapi kita memiliki jaminan didalam Yesus Kristus yang telah menang terlebih dahulu melawan pencobaan.

Mengapa Bapa disurga mengizinkan orang percaya dicobai? Karena Tuhan menjadikan cobaan (temptation) sebagai ujian (trial) untuk meningkatkan kedewasaan iman.

Selanjutnya jika kita meneliti bacaan Matius 4 : 1-11, keberadaan Yesus di padang gurun adalah tipologis bangsa Israel. Tipologis tersebut antara lain :

1. Yesus dan bangsa Israel disebut sebagai anak Allah. Ketika Yesus dibaptis, terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ”Inilah Anak-ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan (lihat Matius 3:17). Sedangkan bangsa Israel disebut anak Allah dikarenakan bangsa Israel adalah berasal dari keturunan Set yang melahirkan Abraham, kemudian Ishak hingga Yakub, yang kemudian menjadi Israel dan disebut sebagai anak-anak Allah.

2. Yesus dan bangsa Israel pernah berada di Mesir kemudian kembali ke tanah perjanjian. Setelah Yesus lahir, Yesus pernah dilarikan ke Mesir, agar selamat dari perintah raja Herodes untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir pada waktu itu. Namun ketika raja Herodes meninggal, maka Yesus kembali dibawa oleh orang tuanya ke Kanaan. Israel juga pernah berada di tanah Mesir. Namun, melalui Musa dengan pimpinan Allah, bangsa Israel akhirnya dapat keluar dari Mesir dan kembali ke tanah perjanjian.

3. Yesus dan bangsa Israel pernah keluar dari air. Ketika Yesus selesai dibaptis, maka Yesus keluar dari air (lihat Matius 3:16, Markus 1:10). Bangsa Israel pun keluar dari air ketika selesai menyebrangi laut Teberau.

4. Yesus dan bangsa Israel pernah dicobai di padang gurun. Yesus berpuasa 40 hari dan kemudian dicobai di padang gurun, begitu juga dengan bangsa Israel pernah berada di padang gurun selama 40 tahun.

5. Ketika Yesus berada di padang gurun, Yesus mengutip ungkapan Musa sebanyak 3 kali.

Walaupun Yesus dan bangsa Israel memiliki tipologi yang sama, namun ada perbedaan antara Yesus dan bangsa Israel. Perbedaan yang pertama, Yesus tetap menang melawan pencobaan sedangkan bangsa Israel tidak. Perbedaan yang kedua, Yesus adalah anak Allah yang pada hakekatnya adalah anak Allah sedangkan bangsa Israel diadopsi oleh Allah sehingga dapat disebut anak-anak Allah.

Prinsip yang menjamin kemenangan Yesus dan hal yang dapat kita teladani, agar kita juga dapat menang menghadapi pencobaan :

  • Apapun yang dialami Yesus dan kita ada dibawah otoritas Allah. Matius 4 : 1 menuliskan, ”Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.” Kata dibawa oleh Roh ini menjadi tanda, bahwa hanya Allah Bapa di surga yang dapat memerintahkan Roh untuk membawa Yesus ke padang gurun. Hanya dengan persetujuan Bapa di surga saja, barulah Iblis dapat mencobai Yesus. Begitu juga dengan kita, manusia, tidak ada satupun hal yang terjadi diluar otoritas Allah. Hal ini juga tertulis dalam Ayub 42 :2, ”Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesutatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Selain itu tertulis juga dalam 1 Korintus 10 : 13, ”Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”
  • Dalam menghadapi pencobaan Yesus bersandar kepada Allah melalui firman-Nya. Matius 4 : 2-4 menuliskan bahwa manusia bukan hidup dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Artinya, orang yang tidak yang suka dengan firman adalah orang yang tidak pernah memiliki kehidupan. Dengan kata lain, tidak ada satu hal yang membuat kita kuat dari pencobaan kecuali firman-Nya. Amin.