Pengkhotbah

Perikop
Matius 26:17-25

Ringkasan Khotbah

Pengkhianat adalah teman yang dekat dengan kita. Dalam ayat pembacaan dituliskan Pengkhianat dengan “yang menyerahkan Aku” beberapa kali dalam beberapa ayat dan Yudas adalah pribadi yang dekat dengan Yesus.

 

Di dalam alkitab ada beberapa alasan Yudas mengkhianati Yesus:

  1. Yudas ditawan dan dirasuk oleh Iblis

Yudas dekat dengan Tuhan tapi Yudas adalah pribadi yang dirasuk oleh Iblis. Yohanes 13:2, orang percaya tidak akan bisa dirasuk setan, Yudas bisa dirasuk iblis karna yudas tidak pernah mempersembahkan hatinya kepada Tuhan.

Murid murid yang lain bertanya apakah aku ya Tuhan (Kurios), tapi yudas bertanya Bukankah aku ya Rabi? Konsep Yudas, Yesus adalah seorang rabi bukan Tuhan. Ini membuktikan Yudas tidak menganggap Yesus adalah Tuhan.

Banyak orang seperti Yudas dan orang farisi, menutupi segala dosanya dengan kegiatan keagamaan. Oleh karna itu, Tuhan pada saat datang nanti akan menghakimi terlebih dahulu gereja. 

 

  1. Hati Yudas sudah ditawan oleh uang.

Hal ini dapat dilihat dari Matius 26:8-9 di saat Maria menuangkan minyak narwastu dan murid-murid merasa semua ini pemborosan. Yohanes 12:4-6 menjelaskan bahwa Yudas seorang pencuri, dia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Komentar Yudas itu kesannya rohani untuk membantu orang miskin, tapi Tuhan mengetahui maksud dibalik semua itu. Tuhan tahu bahwa Yudas mempunyai motivasi lain dibalik perkataannya tersebut. 

Yudas melihat Tuhan sebagai sesuatu yang bisa ditukar dengan uang. Apabila kita mencintai harta, tidaklah mungkin kita bisa mencintai Tuhan. Hal ini seperti Yudas yang tidak bisa mencintai Tuhan karna lebih cinta kepada uang.

 

  1. Hati Yudas sudah tidak peka dengan teguran dari Tuhan.

Yohanes 13:21 menceritakan bahwa pada saat yudas mengatakan bukan aku ya Rabi? Yesus mengatakan kau sendiri yang mengatakananya adalah sebuah teguran kepada Yudas. Tapi Yudas tidak menyadari dan tidak peka lagi dengan teguran dari Tuhan. Oleh sebab itu dia melewatkan kesempatan untuk bertobat karna tidak pekanya dia kepada teguran Tuhan.

Teguran datang dari orang yang sayang kepada kita untuk memperbaiki hidup kita. Orang tua menegur kita karna sayang kepada kita. Teman yang sayang kepada kita seringkali menegur kita. Namun seringkali teguran itu membuat kita merasa mereka adalah musuh kita. Kita seharusnya peka terhadap teguran itu adalah sebuah perhatian kasih sayang kepada kita.

 

  1. Yudas mengikuti Tuhan dengan konsep dan mewujudkan kehendaknya, bukan untuk Tuhan menyatakan kehendak-Nya.

 

dirangkum oleh,

bpk. Alvin Giovanni Bhuana