Ringkasan Khotbah

Diberkati dan menjadi berkat adalah ungkapan yang diberikan Allah kepada Abraham dan keturunan-nya.  Ada banyak makna dari kata “berkat” ini, tetapi berkat dalam SEPTUAGINTA (Alkitab PL Yunani) menggunakan istilah EOLOGIA = liberty of the doubt = pembebasan dari keraguan/dakwaan.  Dari hidup yang penuh keraguan/kecemasan, Allah memberikan kebebasan.  Semua manusia adalah orang-orang yang terdakwa karena dosa, maka itu kita semua adalah orang-orang terdakwa di pengadilan Allah.  Untuk itu kita membutuhkan berkat dari Allah untuk keselamatan kita yaitu berkat kehidupan kekal.

Mari kita melihat dua alasan mengapa orang diberkati dan bagaimana ia menjadi berkat:

  1. Investasi waktu (untuk mendengar Firman, mengerti Firman, dan meresponi Firman).   Allah berfirman kepada Abram (Kej. 12:1).  Dalam teks ini kita dapat melihat Abram memberikan waktunya untuk mendengar, mengerti, dan meresponi Firman Tuhan meskipun ia belum tahu ke mana Allah akan menuntun-nya (Ibrani 11:8).  Dalam Yosua 24:1-3 pun tertulis bagaimana Allah memanggil Abraham yang dulunya ia menyembah allah lain, untuk beribadah kepada Allah.  Begitu pun dengan kita, Tuhan Yesus adalah berkat sejati yang menjamin kehidupan kekal, marilah kita investasikan waktu untuk mendengar, mengerti, dan menanggapi Firman Tuhan.
  2. Investasi tenaga, pikiran, dan materi.  Hal ini berkaitan dengan ketaatan untuk melakukan Firman Tuhan (lihat Kej. 12:4).  Abraham pergi meninggalkan kampung halamannya tempat ia dilahirkan, dibesarkan, di-nikahkan, bahkan sudah tinggal 75 tahun lamanya di sana.  Secara psikologis, manusia sangat sulit meninggalkan kebiasaan yang telah dipelihara bertahun-tahun untuk memulai suatu kebiasaan baru.  Walaupun ini berat, tapi Abram taat dan mau melakukannya.  Begitu pula dengan kita, marilah kita taat pada panggilan Allah.

Tujuan Allah memanggil Abram adalah “olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kej. 12:3).  Ayat ini berbicara mengenai berkat rohani yang akan disalurkan melalui keturunan Abraham.  Paulus menyatakan bahwa berkat ini menunjuk kepada Injil Kristus yang ditawarkan kepada semua bangsa (lihat Galatia 3:8,16).  Janji Allah kepada Abram menyatakan bahwa sejak semula maksud Injil adalah untuk memberkati semua bangsa dengan keselamatan dan kemurahan.  Allah kini melaksanakan maksud itu melalui Yesus Kristus dan umatNya yang setia bersama-sama menanggung bebanNya dengan mengutus para pemberita injil kepada semua bangsa di muka bumi.