Pengkhotbah

Perikop
Kejadian 50 : 20

Ringkasan Khotbah

”Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” Kejadian 50 : 20 

Teks bacaan Firman Tuhan minggu ini memberikan gambaran bagaimana dinamika Iman Yusuf. Yusuf yang semula dikasihi ayahnya, dibenci saudara-saudaranya, dijual, menjadi budak mesir, difitnah, dipenjara, dilupakan jasanya namun akhirnya dipercaya untuk memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Apa kaitannya dengan tema ”Dikala Allah Tidak Dapat Dipahami”?

I. Dalam kisah Yusuf, Allah telah menyatakan tujuan hidup Yusuf yang disampaikan-Nya melalui mimpi (lihat Kejadian 37:5-10), yaitu bahwa kelak Yusuf akan menjadi seorang pembesar atau orang yang penting. Namun bagaimana proses menuju tujuan hidup itu tidak dinyatakan oleh Allah.

Dengan kata lain, seringkali Allah menyatakan tujuan hidup bagi manusia namun belum tentu proses untuk mencapai tujuan hidup tersebut dinyatakan oleh Allah. Sebagai contoh, tujuan hidup setiap orang percaya adalah memuliakan Tuhan tapi bagaimana proses kepada tujuan hidup itu menjadi rahasia Allah. Lebih lagi, proses setiap manusia juga berbeda-beda. Hal inilah yang seringkali menjadi kesulitan. Mengapa Allah menyatakan tujuan dan belum tentu menyatakan proses?

  1. Karena pada saat itulah Iman diperlukan. Iman bukan hanya bicara tentang apa yang kita lihat saja tetapi iman bicara tentang bukti dari apa yang tidak kita lihat, sehingga Allah mau manusia bergantung kepadaNya dalam setiap proses yang Allah izinkan dalam hidupnya. Dalam bahasa Yunani iman adalah Pistis yang berarti percaya dan juga mempercayakan diri.
  2. Karena Allah mau manusia menjadikan Firman Tuhan menjadi landasan dalam hidup sehari-hari. Firman Tuhan menjadi ”senjata” dalam menghadapi tantangan-tantangan yang Tuhan izinkan terjadi.

II. Dalam kisah Yusuf, Allah mengizinkan hidupnya seakan-akan turun atau tidak baik, bahkan Allah seakan-akan diam dan tidak bersama dengan Yusuf. Dari seorang anak yang dikasihi orang tuanya, dibenci saudaranya, menjadi budak, difitnah dan dipenjara. Padahal dalam proses mencapai tujuan Allah, Yusuf selalu menunjukan kualitas hidup yang bergantung pada Tuhan. Sebagai contoh, ketika Yusuf digoda oleh istri Potifar, ia menolak dan menjawab ”Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?” (lihat Kejadian 39 : 9)

Hal inilah, yang terkadang membuat Allah sulit dipahami. Tetapi mengapa Allah izinkan hal ini terjadi?

  1. Karena Allah hendak membuktikan kedaulatannya. Ketika Allah tidak dipahami, hal ini menunjukkan bahwa Allah lebih besar dan berkuasa daripada kita. Bahkan rancangan-Nya lebih besar daripada rancangan kita, sehingga kita tidak boleh bergantung pada rancangan kita melainkan pada rancangan Tuhan.
  2. Karena Allah hendak mendewasakan iman kita. Karena ketika Allah seolah-olah diam dan tidak dipahami, bukan berarti Allah tidak ada atau tidak bersama kita, tapi justru Allah membiarkan kita untuk didewasakan dalam setiap proses yang ada.

Aplikasi yang dapat kita pelajari dari bacaan hari ini antara lain :

  • Allah tidak pernah menjadi baik atau menjadi tidak baik. Kata menjadi menunjukkan proses perubahan. Proses perubahan itu sendiri membutuhkan waktu, sedangkan Allah berada di atas ruang dan waktu. Allah tidak pernah diproses dan yang ada padaNya hanyalah kebaikan semata-mata dan tidak ada rancangan kecelakaan atau kehancuran. Dengan demikian, selama-lamanya Allah adalah Maha Baik yang menyediakan rancangan kebaikan dalam pergumulan sekalipun.
  • Allah mau kita tidak bergantung pada dunia dan seluruh suplemen hidup yang ada melainkan hanya kepada Firman Tuhan.
  • Allah mau kita merenungkan Firman Tuhan setiap harinya dan hidup dipimpin oleh Roh Kudus.