Pengkhotbah

Perikop
Lukas 8:22-25

Ringkasan Khotbah

Seringkali banyak orang berpikir bahwa menjadi pengikut Tuhan tidak ada pergumulan atau masalah.  Konsep seperti ini muncul oleh karena adanya konsep bahwa Allah adalah Maha Kuasa dan Maha Baik. maka pengikut-Nya pasti hanya menerima kebaikan semata-mata.  Namun masalahnya adalah konsep baik disini merupakan standar kebaikan menurut selera manusia, bukan dilihat dari baik menurut Allah.   Standar kebaikan menurut Allah sangat jauh berbeda dengan ukuran dan selera kebaikan menurut manusia.  Ketika manusia diperhadapkan dengan realita dan membenturkan realita tersebut dengan pemahaman kebaikan dari Allah menurut standar manusia akan menghasilkan kekecewaan yang luar biasa. Mengapa demikian?  Dalam Lukas 8 ini kita akan mempelajari beberapa hal penting:

1.  Di dalam ketaatan kepada Tuhan ada pergumulan (Lukas 8:22-23).
     Yesus naik kedalam perahu bersama-sama dengan murid-murid serta mengajak mereka untuk bertolak keseberang, dan mereka taat dan bertolak ke seberang.  Dalam ketaatan demikian (Lukas 8:23), menjelaskan bahwa sekonyong-konyong turunlah taufan kedalam danau, perahu kemasukan air dan mereka dalam bahaya.  Pertanyaannya adalah mengapa ada taufan ketika Yesus berada bersama-sama mereka? Mengapa mereka berada dalam bahaya meskipun taat kepada Tuhan Yesus? Apakah Yesus tidak sanggup menghalau taufan tersebut sebelum murid-murid dan Tuhan Yesus berada dalam bahaya?  Jawaban yang jelas adalah kehadiran Yesus tidak menjamin tidak ada pergumulan, namun didalam kedaulatanNya Ia mengijinkan hal itu agar murid-murid belajar mengenal Yesus.  Lukas 8:25 bagian akhir menjelaskan bahwa mereka ikut Tuhan Yesus namun mereka tidak mengenal Yesus.

2. Ketika kekuatiran  dan ketakutan menjadi besar, iman menjadi kecil. Ketika iman menjadi besar, kekuatiran dan ketakutan menjadi kecil.  Dalam Lukas 8:25 kita dapat melihat sebuah penekanan bahwa mereka punya iman, namun ketika masalah datang, mereka meniadakan iman dan mendahulukan ketakutan, kekuatiran dan kebimbangan.  Akibatnya mereka berkesimpulan secara negatif bahwa mereka binasa.   Ketika kekuatiran  dan ketakutan menjadi besar, iman menjadi kecil. Ketika iman menjadi besar, kekuatiran dan ketakutan menjadi kecil.  Maka Yesus menegur mereka dan berkata dimanakah imanmu.  Ketika masalah datang mereka harus ingat bahwa mereka punya iman yang dikaruniakan Tuhan bagi mereka, sehingga iman membawa mereka bersandar dan berpengharapan  hanya kepada Allah yang berdaulat atas hidup mereka.

 
Melalui perenungan teks ini kita kembali mengintrospeksi diri secara jujur dihadapan Tuhan, apakah selama ini mengikut Yesus, sudahkah saya memiliki konsep yang benar akan Allah yang berdaulat atas hidup saya?  Dan apakah saya sudah bersandar penuh kepada
Tuhan memalui iman yang dikaruniakan Tuhan kepada saya dan terus taat kepada Tuhan dalam kondisi apapun?  Biarlah hidup kita semakin diubahkan oleh Tuhan melalui pengenalan akan Tuhan sehingga hidup kita terus memuliakan dan menyenangkan-Nya dalam kondisi apapun.  Tuhan memberkati