Ringkasan Khotbah

Dinamika Iman Gideon

Hakim-hakim 6:11-24

Tuhan menggarami orang di tiap jaman seperti cerita dari Mordecai Ham..

Grady Wilson dan Billy Graham ikut dalam sebuah KKR oleh Mordecai Ham dan berusaha menghindar dari panggilan untuk bertobat. Namun, di manapun mereka berdua berusaha kabur dari pandangan, Mordecai Ham tetap dapat menemukan mereka. Sekali Allah pilih, pemilihanNya tidak pernah gagal. Kisah Gideon sama dengan Musa yang lari dari Mesir dan dipanggil di padang gurun.

Ada yang dipanggil dalam kesejahteraan dan ada yang dipanggil dalam penderitaan. Sebagaimana Gideon yang dipanggil di dalam ketakutannya terhadap orang Midian. Namun, walaupun Tuhan berfirman akan menyertai Gideon (ayat 16), Gideon berdebat dengan Tuhan karena melihat realita yang ada. Bagaikan domba yang dikirim di tengah serigala, sebuah misi kekalahan dari sudut pandang manusia. Tetapi secara teologis, penyertaan Allah adalah jaminan ajaib yang menjadi kekuatan. Kekuatan yang berasal daripada pengutus yaitu Allah, bukan pada domba atau utusan tersebut.

Semua orang mempunyai panggilan tetapi bukan berarti dalam satu profesi. Seperti halnya Gideon yang dipanggil menjadi hakim untuk menghakimi bangsanya dan membebaskan bangsanya dalam cengkeraman orang Midian. Tetapi pertanyaannya bagi kita adalah, apakah kita sadar dalam profesi kita bahwa ini adalah panggilan?

Tuhan memanggil bukan untuk menjadikan sebagai hamba Tuhan, tetapi dalam talenta yang berasal dari panggilan. Ketika kita menyadari panggilan ini, maka kualitas baik akan dihasilkan. Seperti kata Paulus, lakukan semuanya untuk Tuhan, bukan untuk manusia.

Stephen Tong pernah berkata bahwa panggilan Tuhan akan membawa kita ke suatu sudut di mana tak ada pilihan selain taat pada panggilan itu. Panggilan adalah inisiatif Tuhan untuk menjadikan kita menjadi berkat bagi setiap orang.

Adapun 2 respon dari Gideon ketika dipanggil Tuhan,

1. Merasa kecil dan tidak mampu (ayat 15) Rasa rendah diri Gideon mirip dengan kisah Daud yang tidak diperhitungkan untuk dapat menjadi raja. Namun, justru Tuhan memanggil orang yang merasa dirinya tidak mampu, karena mereka akan bergantung pada Tuhan yang mampu.

2. Ragu akan panggilan Tuhan (ayat 17) Rasa ragu bukan berarti tidak percaya. Kejadian ini juga pernah dialami Abraham saat ia ragu akan janji Tuhan. Lain halnya dengan Sara yang tidak percaya akan janji Tuhan untuk memberikan keturunan padanya.

Titik keraguan bukan karena tidak percaya namun karena pergumulan iman. Akan tetapi, dalam pergumulan iman ini janganlah meninggalkan Tuhan. Karena jawaban tentang pergumulan iman ada di dalam Alkitab, persekutuan pribadi dengan Tuhan dan komunitas dalam Tuhan di gereja (Mazmur 73:17-21)