Ringkasan Khotbah

Ungkapan “engkau saudaraKu” adalah ungkapan yang identik dengan perkataan Tuhan Yesus pada ayat 14, yaitu “Kamu adalah sahabat-Ku”. Kata kamu menunjuk kepada objek orang ke dua Jamak. Dalam hal ini para murid Yesus. Tuhan Yesus menuebut para murid-Nya sebagai sahabat. Penulis Amsal dalam wejanganya sempat memberikan kalimat: “ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.” (Amsal 18:24); “seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17:17).

Tuhan Yesus menyebut para murid-Nya sahabat. Saya memberikan spesipikasi lebih kepada tiap pribadi dengan kata engkau. Tetapi ini bukan maksud diskriminasi dan menghilangkan kesejajaran status saudara dihadapan Tuhan Yesus. Maksudnya adalah tema ini membawa kita kepada situasi perasaan yang sedang Tuhan Yesus rasakan saat itu. Sehingga perasaan persahabatan yang dialami Tuhan Yesus pada waktu itu, juga sama dengan yang dialami para Murid.

Sehingga melalui tema ini kita meresapi sebuah persaudaraan sekaligus persahabatan dengan Tuhan Yesus. Mengapa harus demikian? Karena ada persaudaraan tanpa persahabatan, ada persahabatan tanpa persaudaraan. 2000 tahun yang lalu, Tuhan Yesus telah menyebut semua orang yang menjadi milikNya sahabat. Tetapi juga kita hari ini yang menjadi milik-Nya. (Yohanes 17:20-21).

Apa saja ciri yang perlu kita amati dalam diri kita, menurut pandangan Tuhan Yesus, sehingga kita disebut saudara sekaligus sahabat?

1. Tuhan yang memilih(16a)

Tuhan telah memilih para murid pada waktu itu untuk apa? Apakah untuk menduduki sebuah jabatan penting? Memang para murid tahu bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias yang dijanjikan menurut nubuatan para nabi kudus di PL. Untuk memulihkan Kerajaan Daud. Maka para murid jatuh pada pertengkaran dan persaingan. Satu ingin disebelah kanan Yesus dan yang lain ingin disebelah kiri. Tidak hanya sampai disitu. Setelah Tuhan Yesus bangkit dari antara orang mati, ada yang bertanya: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” (Kisah 1:6). Tuhan memilih para murid bukan untuk menerima jabatan didunia ini.

Tapi sayang, sekarang banyak orang Kristen mau berurusan dengan Tuhan untuk mencari posisi atau jabatan didunia ini. Ini fatal. Tuhan Yesus tidak memilih kita untuk itu. Sehingga tidak heran banyak orang Kristen bertengkar hanya karena sebuah jabatan atau kegiatan yang tidak tahu untuk siapa mereka berkorban demi kegiatan itu. Sehingga persekutuan dengan orang percaya harus dikorbankan karena kepentingan itu. Kalau hal itu merusak persaudaraan kita dengan orang percaya didalam persekutuan, harap di evaluasi kembali.

Tuhan memilih kita untuk menerima keselamatan, menjadi gudang kebenaran, menjadi saksi bagi dunia dalam setian zaman dan generasi. Dalam setiap zaman Allah memilih orang percya menjadi saksi iman sebagai gudang kebenaran tentang Allah yang benar, mulai dari Habel.

Karena Tuhan Yesus yang memilih kita, karena kita meresponi berita Injil yang telah kita dengar sehingga kita menjadi percaya, maka jangan kita takut, masa depanmu sungguh ada. Sampai sejauh mana kita melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan nama Tuhan, sejauh itulah Tuhan akan memberikan upah di langit baru bumi baru.

2. Tinggal dalam kasih Yesus (9-10)

Tingga dalam kasih Kristus artinya menuruti perintah Tuhan Yesus. Apakah perintah Tuhan Yesus itu? Perintah Yesus sama dengan melakukan kehendak Bapa.

a. Percaya kepada Yesus (Yohanes 6:28-29; 1Yoh 2:3,4,7; 3:23,24)

Yohanes 6:28-29: Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?”Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

1 Yohanes 2:3,4,7: Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. (8) Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya. (9) Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.

1 Yohanes 3:23-24: Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.

b. Saling Mengasihi (10,12,17; 1Yoh 4:21; 5:2-4; 2Yoh 1:6).

Tidak ada alasan untuk tidak mengasihi. Kalau Tuhan Yesus telah berkorban untuk tinggal dalam kasih Bapa dengan jalan memperkenalkan keselamatan dalam nama-Nya. Apakah Tuhan Yesus pernah dipandang sebelah mata oleh para murid? Ya. Apakah pernah ditinggalkan karena pengajaranNya yang keras? Ya. Apakah pernah dianggap gila oleh keluarganNya? Ya. Apakah pernah dihianati? Ya. Apakah pernah di jual? Ya. Apakah pernah diserahkan untuk dibunuh? Ya. Apakah Yesus berhenti untuk mengasihi? Tidak. Bahkan Yesus katakan: “kasihi musuhmu dan minta berkat bagi mereka yang menganiaya kamu”. Hal ini dibuktikan dengan ungkapan: “ya Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”.

Saya tahu ini berat. Tetapi inilah harga yang harus kita bayar, kalau kita berani mengaku sebagai milik Yesus dan menjadi sahabatNya.

3. Menghasilkan buah yang tetap (16b)

Kita di panggil untuk saling mengasihi, dan supaya menghasilkan buah yang tetap. Apakah buah yang dimaksud dalam teks ini? Dan Tuhan Yesus memberikan penegasan bahwa buah harus tetap. Tetap artinya tidak bergeser, kokoh, tidak luntur dalam segala situasi dan kondisi. Atau secara kualitas buah itu teruji oleh waktu.

Tentunya buah disini bukan perbuatan ajaib yang berbau mistik, bukan bahasa lida, bukan mujizat, bukan juga manifestasi kesembuhan ilahi, bukan nubuat, bukan bahasa roh, bukan naik pangkat, bukan berhasil study. Lalu apa?

Kalau kita melihat bagian awal dari pasal 15 ini, Tuhan Yesus menggambarkan diriNya sebagai pokok anggur dan setiap orang percaya adalah rantingnya. Ranting tidak bisa berbuah dari dirinya sendiri. Ranting harus tinggal melekat pada Pokok Anggur. “Jikalau kamu tinggal didalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, minta apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya.” (15:7). Ungkapan ini paralel dengan ayat 16b, tentang meminta kepada Bapa dalam nama Yesus.

Banyak orang Kristen terjebak dengan kata “mintalah”. Apalagi di belakang ada kata “apa saja”. Tidak ada batasan. Tetapi kita harus jeli memeriksa teks ini. Apa yang kita minta itu bukan selalu itu disebut buah yang tetap. Karena buah yang tetap adalah buah yang menyebabkan ranting dibersihkan. Akibat dari buah yang dimaksud Tuhan Yesus adalah sukacita menjadi penuh dan ranting tidak dipotong, tidak menjadi kering dan tidak di campakkan kedalam api lalu di bakar (Tidak mengalami Penghukuman kekal).

Buah yang tetap yang dimaksud disini adalah kasih. Bapa mengasihi Yesus, Yesus mengasihi orang percaya, orang percaya mengasihi sesama orang percaya, orang percaya mengasihi sesama.

Mengapa KASIH adalah buah yang tetap?

  • Allah adalah Kasih (1Yoh 4:8; 16).
  • Kasih tidak berkesudahan (1Kor 13:8).

Tuhan Yesus membuktikan kasih-Nya kepada Bapa dengan jalan melakukan kehendak Bapa. Yaitu :

  • Menyampaikan Firman yang keluar dari mulut Bapa.
  • Menggenapi semua yang tertulis dalam kitab Suci.
  • Mati di salib demi menebus dosa manusia. Sehingga Yesus di cap oleh Bapa: “Anak Ku yang Ku kasihi kepadanyalah Aku berkenan.”. Ini disebut kasih kepada Bapa atau tinggal dalam kasih Bapa atau melakukan perintah Bapa.

Bagaimana kita bisa menghasilkan buah yang tetap?

  • Tinggal dalam Kristus
  • Tinggal dalam FirmanNya
  • Tinggal dalam kasihNya
  • Menuruti perintah-Nya

Cara membuktikanya adalah saling mengasihi sesama saudara.

  • Mengasihi dengan kasih Allah
  • Mengasihi dengan kasih Yesus
  • Mengasihi dengan kasih yang lahir dari pekerjaan Roh Kudus
  • Mengasihi dengan kasih lahir dari pembaharuan budi oleh firman Kristus. Karena oleh firman itulah membuat kita semakin bersih dalam mengasihi, semakin murni dalam mengasihi dan Roh Kudus membuat kita rela dan mampu mengasihi meskipun kita disakiti. Kiranya, Tuhan akan membuat kita kecanduan untuk berbuat kasih.

Kasih yang lahir diluar 4 kasih ini pasti buatan dunia. Apakah karena supaya dihormati, karena tidak enak, karena terpaksa, karena mencari keuntungan, karena hukum moral, karena filosofi kebudayaan. Kasih model dunia ini tidak kekal. Dia akan terbakar oleh api, dia akan di buang, orang yang melakukan kasih dunia ini akan diusir oleh Tuhan Yesus di pengadilan terakhir.

Kita bisa mengajak orang percaya Tuhan Yesus itu adalah Kasih, kita membujuk orang datang ke gereja supaya dia mengenal Tuhan Yesus itu adalah Kasih, kita menjelaskan tentang Injil keselamatan kepada orang lain itu adalah kasih, kita bisa menjadi pendamai ditengah pertengkaran itu adalah kasih, dll.

Untuk melakukan kasih Allah yang adalah buah yang tetap, membutuhkan komitmen, pengorbanan. Mintalah Tuhan melalui firman-Nya terus memurnikan motivasi kita untuk menghasilkan buah yang tetap itu.