Ringkasan Khotbah

Tema khotbah minggu ini, yaitu ‘Gereja yang Teguh dan Setia’,  merupakan sub-thema dari tema besar tahun ini, yaitu Jemaat yang Teguh dan Setia.

Berkaitan dengan teks bacaan Keluaran 20 : 3-5, gereja yang teguh dan setia dapat didefinisikan menjadi dua bagian, antara lain :

  • gereja yang penyembahannya berpusat dan ditujukan hanya kepada satu Allah, sehingga hanya Allah yang disembah. Di dalam Alkitab, ada beberapa ayat yang menekankan bahwa penyembahan hanya boleh ditujukan kepada Allah.

    1. Wahyu 19 : 10 menuliskan ”..Sembahlah Allah!..”

    2. Ulangan 6 : 13 menuliskan ”..kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.”

    3. Matius 4 : 10 menuliskan ”..Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

  • gereja yang tidak menganut politeisme atau sinkretisme.

Apa itu politeisme? Politeisme adalah penyembahan campuran, dan Allah tidak berkenan kepada penyembahan campuran. Hal ini ditegaskan dalam Keluaran 20 : 23 yang menuliskan bahwa Allah melarang umatnya membuat allah lain disampingNya, baik terbuat dari perak maupun emas. Selain itu, Keluaran 20 : 5 juga menuliskan bahwa Allah Israel tidak berkenan kepada penyembahan lain selain dirinya, karena Allah Israel telah adalah Allah yang cemburu.

Selanjutnya, apa itu sikretisme? Sinkretisme adalah kita menambah kebenaran dari Tuhan dengan kebenaran-kebenaran dari ajaran atau agama lain. Sinkretisme pun tidak diperkenan oleh Allah. Hal ini ditegaskan dalam I Raja-raja 18 : 21. Catatan tambahan, di dalam Alkitab, kata Tuhan dituliskan dengan dua cara, Tuhan dan TUHAN. penulisan Tuhan berarti Adonai yang mengacu pada arti keMahaKuasaan Allah sedangkan penulisan TUHAN berarti YHWH yang mengacu pada nama diri Allah. Menilik kembali I Raja-raja 18 : 21, pada ayat tersebut, kata TUHAN ditulis dalam cara penulisan huruf besar semua. Dengan kata lain, ayat ini mengacu pada definisi TUHAN adalah YHWH. YHWH itu sendiri adalah nama diri Allah, yang berarti AKU adalah AKU dan tidak dapat disandingkan dengan apapun juga. Penulisan ayat ini, dilatar belakangi oleh kecenderungan bangsa Israel yang menyembah TUHAN, tetapi pada saat yang bersamaan, mereka juga menyembah baal (dewa kesuburan) dan asytoret (istri baal yang mengatur curah hujan dan dipercaya memberi pertumbuhan).

Selain itu Yosua 24 : 14-15 juga menuliskan bahwa Yosua meminta bangsa Israel untuk memlilih kepada siapa  mereka hendak beribadah. Artinya Allah mau, umatNya membuat keputusan kepada siapa umatnya hendak menyembah dan menjadi penyembah yang benar.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa gereja yang teguh dan setia adalah gereja yang penyembahannya hanya ditujukkan kepada Allah, karena Allah itu Esa (Ulangan 6 : 4, I Korintus 8 : 5-6 dan Amos 5 : 26) dan yang lainnya adalah buatan manusia atau ciptaan Allah yang dianggap manusia sebagai allah. Amin.