Ringkasan Khotbah

Paulus menulis surat ini dia berada dalam penjara. Surat Efesus ditulis Paulus bukan karena ada kontroversi doktrinal, atau masalah pastoral seperti surat-surat yang lain, tapi surat Efesus memberi kesan curahan hati Paulus dalam kehidupan doa pribadinya (Ef. 1:2,16; 2:14-21; 4:1;6:23-24). Pada saat Paulus menulis surat ini ia berada di penjara karena Kristus (Ef. 3:1; Ef. 6:20).Tujuan Paulus menuliskan surat ini, yaitu kerinduannya supaya jemaat yang sudah bertumbuh dlm iman, bertumbuh dlm kasih, ia berdoa supaya mereka diberikan Allah Roh hikmat dan wahyu pengenalan akan Allah. Dan Paulus menginginkan agar setiap orang layak dihadapan Tuhan Yesus Kristus. (mis. Ef. 4:1-3; 5:1-2). Maka Paulus dalam suratnya, baik doa dan harapan, serta usaha yang dilakukannya untuk menguatkan iman dan dasar rohani mereka dengan maksud mencapai rencana kekal Allah melalui: Penebusan dalam Kristus (Ef. 1:3-14; 3:10-12), Untuk gereja (Ef. 1:22-23; 2:11-22; 3:21; 4:11-16), Dan untuk setiap orang (Ef. 1:15-21; 2:1-10; 3;16-20; 4:1-3,17-32; 5:1-6:20), Jadi Paulus mengharapkan setiap orang yang percaya di Efesus, yang telah mendengar dan menerima berita damai hidup dalam damai sejahtera (Ef. 2:17)

1. Kasih Karunia (ayt. 11)

Paulus mengingatkan bahwa orang-orang Kristen di Efesus, sebelum mendengar Injil, menurut tradisi Yahudi (orang Efesus) adalah orang kafir. Kafir sering digunakan orang Yahudi sebagai penghinaan kepada mereka yang non Yahudi, (Catatan: Paulus mengungkapkan sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat,” yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, ini adalah bentuk sindiran kepada orang Yahudi yang hanya melakukan Taurat secara lahiriah menurut daging). Dilanjutkan dengan ayat 12 mereka non Yahudi, dahulu juga hidup tanpa Kristus yaitu tanpa Mesias, dalam pemahaman Yahudi dalam perjanjian Lama, mereka bukan bagian dari perjanjian Allah kepada Abraham, Ishak, Yakub dan sampai keturunan Israel. Mereka tidak layak menerima janji-janji Allah yang diwariskan kepada orang Israel, tanpa pengharapan (pengharapan akan Mesias dan itu hanya ditujukan kepada orang Israel). Hidup tanpa Allah, orang Efesus memang dahulu hidup dalam penyembahan berhala, memuja banyak ilah, dan bukan menyambah kepada Allah yang sejati. Memberi gambaran bahwa orang Efesus adalah hidup dalam kegelapan, hina, tidak termasuk orang-orang pilihan layaknya Israel, dan mereka disebut asing. Mereka hanya dapat mengenal Allah, perjanjianNya hanya melalui Israel. Tapi hal itu diungkapkan Paulus mengenai pandangan manusia (orang Yahudi) tentang orang-orang non Yahudi. Dapat disimpulkan orang Efesus dalam kehidupannya dalam bagian ini ada 4 hal: Without citizenship: tanpa kewarganegaraan, Without Covenant: tanpa perjanjian (Kej. 12:1-3), Without hope: tanpa pengharapan (1Tes. 4:13-18), Without God: tanpa Allah (Kis. 17:16-23, Mzm. 115).

Tetapi pandangan Allah, Ia memandang secara universal, baik orang Yahudi maupun orang non Yahudi, yang sudah percaya dan menerima Injil yang disebut gereja (1Kor. 10:32), dia adalah tubuh Kristus. Sehingga ayt 13 memberi keyakinan bahwa semuanya sudah diselesaikan melalui salib darah Kristus, setiap orang memandang kepada salib sebagai penebusan darah Kristus atas dosa-dosanya secara pribadi, tidak ada lagi perbedaan yang jauh maupun dekat, sehingga orang Yahudi tidak selalu menganggap ekslusif sebagai umat pilihan, tetapi setiap orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat penebus dosa manusia, ia layak mendapat bagian dalam janji-janji Allah. ayat 14 Kristus yang adalah damai sejahtera mempersatukan kedua pihak baik Yahudi maupun non Yahudi, dan Kristus juga yang telah menghancurkan tembok pemisah; perseteruan, dalam arti tidak ada lagi perbedaan.

2. Dipersatukan dalam Kristus

Kristus dalam rancanganNya yang agung, yaitu menyelamatkan manusia dari kegelapan/kematian kekal yaitu dosa, dengan jalan datang kedunia dan rela mati di kayu salib, maka ayat 13 merumuskan darah Kristus membawa orang hidup dalam Kristus dan dengan jalan itu dalam konteks ini mareka yang jauh menjadi dekat, setara dengan mereka yang menamakan telah menerima janji Allah, yaitu mereka yang dekat. Maka dengan hal itu tidak ada lagi perseteruan, tembok pemisah antara orang Yahudi dan orang non Yahudi, karena di dalam Kristus, mereka yang percaya menjadi bagian dalam tubuh kristus (ayt 21). Dengan dipersatukan mereka baik yahudi dan non Yahudi, kata merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan menunjukkan hidup berdampingan, hidup damai. salah satu persyaratan untuk hidup berdampingan, damai sejahtera yaitu harus menjadi manusia baru, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.(Ef. 4:22-23). Poin disini mengenai manusia baru, yaitu telah diperdamaikan dengan Kristus. Ayat 15 penegasan bagi Paulus bahwa mereka yang hidup baik dalam hukum Taurat maupun diluarnya harus menjadi satu manusia baru, dengan menerima kematianNya sebagai pembatalan akan Hukum Taurat (secara daging) dan segala perintah dan ketentuan didalamnya, dengan itu dapat menciptakan damai sejahtera bagi kedua pihak yaitu mereka yang telah menerima Injil (berita damai sejahtera) melalui para Rasul. Dilanjutkan dalam ayat 16 bahwa dengan jalan salib, menerima salib Kristus keduanya akan (dlm ayat 18) hidup dalam satu Roh yaitu memperoleh jalan masuk kepada Bapa. Maka dalam bagian ini Paulus merindukan jemaat Efesus yang tadinya hidup dalam kegelapan tanpa pengharapan dalam Kristus, perlu menyadari bahwa mereka telah menerima berita damai sejahtera, bukan lagi sebagai orang asing, dan yang jauh dari Tuhan, tetapi salib Kristus telah mempersatukan, sehingga tidak ada lagi perbedaan jauh dan dekat, Karena Tuhan Yesus Kristus telah menghancurkan benteng pemisah, perseteruan, sehingga jemaat menjadi kawan sekerja, sewarga dengan orang-orang kudus (orang-orang kudus: mereka yang setia, hidup dalam kebenaran, dengan setia menjaga kekudusan hidup), yaitu mereka yang telah dibangun, diajarkan oleh para rasul para nabi (nabi disini bukan nabi Perjanjian Lama tetapi mereka disebut nabi yaitu mereka yang membantu para Rasul dan anggota umat yang diberi karunia bernubuat atau disebut nabi-nabi masa Perjanjian Baru).

3. Menjadi Gereja Yang Berkualitas

Hidup yang diselamatkan karena anugerah, kasih karunia, dan dari berbagai perbedaan dipersatukan didalam Kristus, dengan memandang tidak ada perbedaan, akan menjadi gereja yang kuat, yang satu dengan lainnya saling menopang, saling membagi menunjukkan bangunan yang tersusun dari bagian-bagian bangunan yang kuat, kemudian rapi tersusun, dan mejadi satu bangunan bait Allah yang kudus didalam Tuhan, dan bukan hanya itu tetapi akan menjadi tempat kediaman Allah, didalam Roh.

Kesimpulan:

Orang yang tidak hidup dalam Kristus adalah orang yang hidup dalam kegelapan, tanpa Allah, tanpa pengharapan, dan akan mengalami kematian kekal karena dosa, dan tentu jauh daripada hidup damai sejahtera, tapi karena kasih karuniaNya, Dia membawa mereka yang gelap kepada terang Kristus dengan jalan mati dikayu salib. Kita sebagai orang percaya masa kini, menjadi Kristen itu bukan karena usaha kita, atau karena keturunan Kristen tapi, Yesus yang melayakkan kita menjadi umatNya, anakNya, jemaatNya yang disebut gereja. Apapun yang kita miliki didunia ini dalam bentuk apapun, tidak menjamin bahwa kita diselamatkan kalau bukan kasih karunia Kristus. Untuk itu Kristus satu-satunya jaminan hidup kita, pengharapan kita, baik saat ini maupun saat dimana Dia datang sebagai hakim.

Baik Yahudi maupun non Yahudi semuanya sama dimata Tuhan, jika tidak dipersatukan didalam Kristus, sama-sama tidak akan memiliki keselamatan, Yorang Yahudi terus diperbudak oleh dosa kedagingan karena tuntutan hukum Taurat, melakukan hukum Taurat hanya lahiriah saja bukan karena kasih kepada Allah, sedangkan orang non Yahudi hidup tanpa pengharapan akan keselamatan, kehidupan didunia suram apalagi diakhirat mati kekal, Maka Kristus yang dengan limpah kasih dan kemurahan, menyelamatan kedua kubu yang bertikai menjadi satu didalam Kristus, hidup berdampingan, menerima janji dan pengharapan akan Allah, menjadi satu keluara didalam Allah.

Ketika kita melihat keseluruhan bagian ini, tentu siapapun kita tidak punya kekuatan untuk keluar dari perbudakan dosa, tapi puji syukur kepada Dia, karena kasih karuniaNya, telah dilakukanNya tindakan yang agung untuk orang-orang berdosa. Kristus telah mengangkat kita dari kematian kekal, dan membawa kita kepada tahtaNya yang kudus. Ia telah mendamaikan kita dan membuat menjadi baitNya. Baik kematian rohani maupun jarak spiritual telah dikalahkan oleh kasih karunia Allah. Dia tidak hanya menyelamatkan kita secara individu, tetapi Dia juga telahmembuat kita menjadi bagian dari gereja-Nya secara kolektif. Yang lebih luar biasa dan istimewa, Ia menjadikan kita bagian dari program Allah yang kekal.

Aplikasi:

Jika saat ini kita tidak yakin posisi rohani kita, mari dengan dengan Firman Tuhan hari ini mendorong kita untuk tumbuh didalam Kristus yaitu dengan iman dan percaya kepada-Nya. Mungkin anda telah diberikan banyak istimewa dari Tuhan, tapi anda jauh dari pada-Nya, dan tidak memberikan yang terbaik kepada Dia yang telah memberikan kasih karunia, dan mungkin juga anda hidup dalam dosa. datanglah kepada Kristus, setiap saat Ia terbuka hati menerima kita. Jika anda benar-benar percaya di dalam Kristus, anda akan membantu orang lain untuk percaya kepadaNya.

Kita telah dibangkitkan dari antara orang mati, maka jalani hidup dengan hidup yang baru (Rom. 6:4). Marilah kita membagi berita mengenai kehidupan kekal kepada orang lain, menyebarkan berita damai sejahtera Allah kepada mereka yang masih berjuang mencari hidup kekal diluar Kristus. Yesus Kristus mati untuk membuat rekonsiliasi (tindakan memulihkan hubungan persahabatan pada keadaan yang semula; tindakan menyelesaikan perbedaan). Mari anda dan saya harus hidup membuat pesan rekonsiliasi pribadi. Allah telah memberikan kepada kita pelayanan rekonsiliasi dengan mempersiapka Injil damai (Ef. 6; 2Kor. 5:18), kami adalah duta damai Kristus (2Kor. 5:20), Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah (Mat. 5:9).