Pengkhotbah

Perikop
Keluaran 20 : 12

Ringkasan Khotbah

Pada dasarnya 10 hukum Taurat di bagi menjadi 2, yaitu relasi dengan Tuhan (hukum 1-4) dan relasi dengan sesama (hukum 5-10). Jika kita perhatikan, perintah ‘kasihilah ayah dan ibu’ ditempatkan dalam urutan kelima. Artinya, hukum ini menjadi jembatan antara relasi kepada Allah dan relasi kepada sesama manusia. Atau dengan kata lain, jika kita belum mengasihi orang tua kita maka kita belum mengasihi Allah dan mengasihi sesama.

Perintah ini sangat penting, maka barangsiapa melanggar hukum ini, akan mendapatkan sangsi yang sangat berat. Dalam Keluaran 21:15 dan 17, dituliskan sangsi tersebut adalah hukuman mati. Perintah ini juga mengingatkan bahwa Bangsa Israel akan menjadi bangsa yang besar. Adapun untuk menjadi bangsa yang besar, masyarakatnya harus baik, dan akhirnya masyarakat bisa baik, jika keluarganya baik. Dan salah satu bukti keluarganya baik adalah harus ada kasih dan hormat dari anak kepada orang tua.

Mungkin orang berpikir bahwa ini tuntutan hukum taurat maka tidak berlaku lagi. Namun mari kita melihat beberapa ayat dalam Perjanjian Baru yaitu Matius 15:5,6; Yohanes 19:26-27 dan Efesus 6:1-3. Ketiga pasal tersebut juga menuliskan tentang pentingnya menghormati orang tua.

Apa arti menghormati orang tua (ayah dan ibu)?

1. Menempatkan orang tua pada tempat yang utama.

2. Memberi perhatian yang sungguh-sungguh kepada mereka.

3. Mengasihi mereka apapun keadaan mereka.

Kata hormati ini tidak hanya menunjukkan satu tindakan yang harus kita lakukan untuk mereka. Lebih lagi, kata ini luas sekali artinya, yaitu apapun yang baik kita lakukan kepada mereka. Bukan hanya satu tindakan tetapi tindakan yang banyak mengandung hal-hal yang baik.

Ada dua sifat dari hukum ini:

1. Universal. Siapa, dimanapun kita harus lakukan sikap menghormati ayah dan ibu kita. (setiap pribadi yang lahir dari rahim ibu dan benih ayah harus mutlak hormat kepada mereka).

2. Tidak bersyarat. Keadaan apapun mereka, kita harus menghormati mereka. Istilah “didalam Tuhan” dalam Efesus 6:1 juga mengandung arti bahwa setiap orang yang didalam Tuhan harus menghormati orang tua. Namun kita tidak boleh taat jika mereka menyuruh kita melakukan sesuatu diluar Tuhan. Perlu dicatat,  ketidaktaatan kita juga tetap harus dinyatakan dengan sikap yang hormat.

Akan tetapi mungkin saudara berkata pada zaman itu semua orang tua baik. Namun jangan lupa bahwa pada saat itu Paulus menasehati jemaat Efesus secara khusus orang tua. Dalam Efesus 6:4 “Dan kamu bapak-bapak jangan bangkitkan amarah didalam hati anak-anakmu”. Orang tua yang bagaimana yang membangkitkan amarah anaknya? Pasti bapak yang pemabuk, pezinah, pemarah dll. Maka Paulus menasehati mereka. Namun ayat selanjutnya dalam keadaan seperti itu Tuhan menyuruh anak-anak mentaati orang tua (Efesus 6:1).

Mengapa harus melakukan hukum ke-5 ini?

1. Karena orang tua adalah Wali Allah bagi kita. Allah sendiri yang menetapkan mereka bagi kita didalam kedaulatan-Nya.

2. Kita berhutang budi kepada mereka.

-Mereka mengorbankan kenyaman mereka untuk kita.

-Mereka meletakan pengetahuan pertama kepada kita.

-Mereka meletakkan dasar moral didalam kita.

-Mereka meletakkan dasar spiritual didalam kita.

3. Ada upah yaitu kebahagiaan dan panjang umur.

Amin.