Pengkhotbah

Perikop
Lukas 1:48

Ringkasan Khotbah

Ringkasan Khotbah 10 November 2019

Ia Memperhatikan Kerendahan HambaNya
Lukas 1:48

Semangat Natal mengajarkan kita untuk memberi bukan mengharapkan sesuatu. Contoh-contoh dalam Alkitab ingin mengajarkan tentang semangat Natal yang sebenarnya.
Allah Bapa sendiri rela memberikan Anak tunggalnya Yesus Kristus untuk menebus dosa umat manusia. Maria rela memberikan kandungannya untuk melahirkan Yesus ke dunia dengan segala macam permasalahan yang akan dia hadapi. Yusuf pun merelakan Maria dan mematuhi perintah Tuhan. Orang majus yang adalah bangsawan di daerahnya rela untuk meninggalkan kerajaannya dan pergi untuk menemui bayi Yesus dan membawa persembahan. Bahkan gembala pun meninggalkan domba dombanya untuk datang menyambut bayi Yesus.

Hamba dalam bahasa aslinya, dibagi menjadi 3 kategori. Dulos yang berarti budak, paidos yang berarti budak namun diangkat derajatnya, dan Hiperetes yang berarti perwakilan. Alkitab sendiri menggunakan 3 pengertian bergantung kepada konteks ayatnya.

Dalam melayani Tuhan, pelayan sendiri harus mengerti identitasnya sebagai pelayan. Maria menerima dengan baik tugas yang diberikan kepadanya oleh Malaikat. Alkitab menjelaskan bahwa Maria sendiri mengetahui identitasnya sebagai Dulos/budak yang tidak memiliki hak selain menuruti keinginan tuannya yaitu Tuhan. Sedangkan dalam Lukas 1:39 sendiri Elisabeth yang sedang mengandung Yohanes menyebut Maria itu sebagai Ibu dari Tuhannya. Yohanes sendiri menyatakan identitas dirinya dengan mengatakan bahwa melepas tali kasutNya saja dia tidak layak, dimana pada budaya saat itu melepas tali kasut tuannya adalah pekerjaan budak.

Dasar dan komitmen melayani Tuhan adalah karena kita merasakan kebaikan Tuhan dan oleh sebab itu kita mencintai Tuhan. Keluaran 21:1-6 menjelaskan peraturan tertulis dalam Alkitab mengenai aturan perbudakan dalam budaya Yahudi. Seorang budak setelah dinyatakan bebas, bisa pergi dari tuannya atau kalau dia merasa tuannya itu baik dan ingin mengabdi seumur hidup karna cintanya kepada tuannya. Begitu pula dasar dari melayani Tuhan adalah cinta Tuhan yang timbul dari kesadaran kita terhadap kebaikan Tuhan.

Kristus menjadi nilai tertinggi dalam hidup kita. Yakobus dan Yudas adalah saudara Yesus, namun dalam kitab Yakobus dan Yudas mereka tidak menyebut dirinya sebagai saudara kandung Yesus sendiri melainkan hamba. Hal ini ingin menjelaskan kepada kita bahwa Yakobus dan Yudas terlepas dari mereka adalah saudara kandung Yesus, mereka tidak menjadikan itu sebagai alasan untuk meninggikan diri. Bagi mereka, Yesus adalah nilai tertinggi dalam hidup dan pelayanan mereka.

 

dirangkum oleh,

bpk. Alvin Giovanni Bhuana