Pengkhotbah

Perikop
Lukas 1: 54-55

Ringkasan Khotbah

Rangkuman Khotbah Minggu, 24 November 2019

Lukas 1: 54-55

“Ia Mengingat RahmatNya”

 

“Tuhan mengingat rahmatNya”, makna kata mengingat disini bukan berarti dahulu Tuhan lupa, kemudian sekarang ingat. Namun, frase ini menekankan bahwa Tuhan mau memulai melakukan sesuatu terhadap umatNya. Kej 8: 1 menjelaskan bahwa Allah “mengingat” Nuh. Ini berkaitan dengan sesuatu hal yang akan Tuhan lakukan kepada Nuh (Kej 6: 18), bahwa Ia akan menyelamatkan Nuh beserta segenap keluarganya dari bencana air bah. Dengan demikian, Allah sedang membuat covenant (perjanjian) dengan Nuh.

Kata “mengingat” berhubungan dengan perjanjian. Perjanjian di dalam Alkitab sering dikaitkan dengan keturunan dan tanah. Kej 12: 1-3 menjelaskan mengenai perjanjian Allah kepada Abram mengenai keturunan, bahwa keturunan Abram akan menjadi bangsa yang besar. Janji Allah ini tergenapi ketika Yakub dan anak-anaknya menetap bersama Yusuf di Mesir, dan akhirnya keturunan mereka menjadi bangsa yang besar, yaitu bangsa Israel. Sedangkan, perjanjian Allah mengenai tanah akhirnya tergenapi pada zaman Yosua, di mana bangsa Israel akhirnya dapat masuk ke tanah Kanaan.

Kembali kepada Luk 1: 54-55, yang dimaksudkan sebagai perjanjian dari Allah adalah kehadiran Yesus, Sang Juruselamat.  Allah mengingat rahmatNya dengan cara menghadirkan Sang Juruselamat untuk membebaskan dunia dari kuasa dosa. Maria adalah wanita yang mendapatkan rahmat Tuhan  untuk melahirkan seorang Juruselamat. Maria rela menyerahkan kandunganNya demi menggenapkan rencana Tuhan, meskipun hal ini dapat membawa petaka baginya. Maria tetap menaikkan nyanyian pujian bagi Tuhan, karena ia sadar bahwa ialah wanita yang mendapat rahmat Tuhan untuk menjadi alat Tuhan, bagi kemuliaan Tuhan.

 

dirangkum oleh,

sdri, Ferty Yolanda Simatupang