Ringkasan Khotbah

Ia Tahu Karena Itu Kehendaknya
Yohanes 4:4-5, 27-38
Manusia memiliki hasrat yang besar pada dirinya, hasrat tersebut akan dipakai untuk
memaksimalkan potensi pada dirinya untuk mencapai suatu tujuan besar tertentu. Namun,
hasrat yang besar itu adalah sia-sia ketika tidak diperlengkapi dengan hal yang benar. Hal
yang benar itu seperti apa? Hal yang benar ialah segala sesuatu yang kita lakukan harus
didasarkan oleh kehendak Yesus Kristus.
Berikut akan dielaborasi yang merupakan kehendak Tuhan tentang hal-hal besar yang
mengaitkan kita dengan kesementaraan tapi membawa kita pada kekekalan.
1. Tuhan menginginkan kita untuk mengaitkan segala usaha kita dengan kehendak Tuhan.
Menurut ayat 4-5, berbicara tentang ‘keharusan illahi’ (define necessity), di dalam
kehidupan ini ada hal-hal yang tergolong harus dilakukan dan ada hal-hal yang masuk
dalam kategori dapat dilolerir. Misalnya:
a. Hal yang harus: DOKTRIN.
Contoh doktrin : Yesus adalah satu-satunya jalan kebenaran dan hidup. Hanya
melalui Ia kita dapat selamat.
b. Hal yang dapat ditolerir: Etika Kristen dan Budaya Alkitab
Contoh kasus Etika Kristen (toleansi) : Paulus berkata bahwa kita dapat
memakan makanan penyembahan berhala selama iman kita kuat, namun jika
kita membawa teman dan imannya tidak kuat dan tetap kita makan, berarti kita
menjadi batu sandungan untuk teman kita. Hal ini bukan doktrin.
Contoh Kasus Budaya Alkitab : Budaya Yahudi yang mengharuskan wanita
memakai penutup kepala jika keluar rumah agar tidak dianggap wanita sundal.
Budaya ini tidak bisa serta-merta diterapkan di Indonesia.
Berkaitan dengan doktrin, Yesus tidak pernah berkompromi. Namun, hal-hal lain seperti
budaya dan etika, Yesus bisa mentolerir.
2. Proses Penyelamatan
Ayat 33-34 berbicara tentang makan adalah keharusan, jika dikaitkan dengan misi
penyelamatan, misi tersebut adalah keharusan. Bagi Yesus, jiwa seorang wanita
Samaria adalah sama berharganya dengan jiwa-jiwa yang lain yang harus diselamatkan.
3. Kesaksian
Ayat 27-28, Tuhan Yesus mengubahkan hati wanita Samaria sehingga dia bersaksi
tentang Dia. Melalui Kesaksian wanita tersebut banyak orang kemudian menjadi
percaya dan mengakui bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.
Kehendak Allah menjadikan kita sebagai orang yang telah diselamatkan, kewajiban kita
(sebagai buah pertobatan) adalah bersaksi.

dirangkum oleh,

sdri. Liliany N. Pamasi