Pengkhotbah

Perikop
Kejadian 22:1-14

Ringkasan Khotbah

Ketika Allah memberi perintah pada Abraham untuk mempersembahkan yang dikasihinya yaitu Ishak, mengapa ia taat saja tanpa mempertanyakan perintah Tuhan. Bukankah Abraham juga adalah pribadi yang suka tawar menawar sama Tuhan. Contoh Sodom dsn Gemora.Jawabannya:

  1. Ia telah mengalami kebaikan Tuhan (ayat 1)

    Setelah semuanya itu (Ibrani: AHAR HADEF FARIM). Kata Hadef Farim berasal dari kata DABAR artinya perkataan mengenai: Kisah, Perjalanan, Pengalaman.

    Ini menunjukan kepada pasal 12-21 bahwa Tuhan yang diimani adalah Tuhan yang setia dengan janji-Nya, Tuhan yang tidak mengecewakan.

    Dengan semua kebaikan Tuhan baginya membuat dia tidak lagi curiga dsn kuatir dengan perintah Tuhan. Maka ia taat walaupun sepertinya perintah itu berat. Maka rahasia utk taat kepada Tuhan adalah melihat kebelakang .. dan menghitung kebaikan Tuhan

  2. Ia juga memiliki pengharapan ke depan bersama Tuhan (ayat 5)

    Mengapa dia meyakini bahwa ia dan Ishak akan kembali ke tempat bujangny menunggu karena kalimat yang berikut dari (ayat. 8, 14).
    Tuhan Menyediakan. (Ibrani: ADONAI YER’E atau Yehova Yirreh)– kata YER ‘ E berasal dari kata YARA artinya: Tuhan Melihat, Tuhan Melawat, Tuhan Menyediakan. Inilah yang menjadi pengharapan bagi Abraham maka dia taat mempersembahkan yang dia kasihi.

  3. Ia meyakini ada Kebagkitan orang mati (Ibrani 11:19)

    Abraham taat dengan tangannya sendiri ia menyembelih anaknya yang dia kasihi yaitu ishak (kej 22: 9). Ia meyakini bahwa walaupun ishak mati namun Allah akan membangkitkan ishak. Disini Abraham adalah pribadi pertama yang mempercayai kebangkitan orang mati.
    Roma 4:16-17 berbicara mengenai dua hal: 1) Allah yang membangkitkan tetapi juga Allah yang mencipta, dan 2) Pengharapan yang pasti ada di depan tentang kebangkitan karena dilandasi oleh iman yang melihat kebelakang bahwa Allah yang merupakan sumber hidup dengan mencipta.

    Mati: dari ada — menjadi — tidak ada: mudah bisa dijadikan menjadi: ada.
    Penciptaan: tidak ada — menjadi — ada. Maka seharusnya penciptaan lebih sulit daripada membangkitkan.

Inti iman Abraham: Kalau dia bisa mencipta mana mungkin tidak bisa membangkitkan. Ini iman yang menembus keterbatasan sampai kepada kekekalan. Ini iman yang tidak terkalahkan. Semoga kita mewarisi iman ini. Tuhan Memberkati.