Ringkasan Khotbah

Apa arti dari Imanuel? Imanuel yang kita tahu dan mengerti melalui firman Tuhan ialah “Allah beserta kita”. semua orang kristen tahu bahwa Imanuel adalah Allah menyertai kita, tetapi dalam perjalanan hidup begitu banyak orang kristen ketika menghadapi hidup yang berbeda dengan keinginan hati, mulai muncul keraguan mengenai arti Imanuel. Maka penting sekali orang percaya mengerti/memahami Imanuel.

Imanuel berbicara pribadi

Imanuel berbicara janji

Imanuel berbicara kekekalan

Pada bagian ini kita akan mempelajari bagaimana penyertan Tuhan.

PerhatianNya

  • Ia berfirman:  Yesaya menyampaikan firman-Nya kepada raja Ahas untuk meminta suatu tanda dari Tuhan. Ini merupakan tanda bahwa Allah masih memberi perhatian kepada Ahas untuk kembali ke jalan Tuhan, yaitu meninggalkan kehidupan yang menyakiti hati Tuhan.
  • Memberi petunjuk:  Yesaya dalam menyampaikan isi hati Allah kepada Ahas, dengan suatu petunjuk yaitu meminta tanda dari Tuhan. Tanda yang dimaksudkan adalah keselamatan dari ancaman bangsa-bangsa yang menekannya saat itu, yaitu Aram dan Israel/Samaria.
  • Memberi harapan: Allah mengutus Yesaya untuk berfirman, dan memberi petunjuk merupakan inisiatif Allah memberikan pengharapan bagi Ahas bahwa Tuhan pasti akan menolong ketika menghadapi kesusahan. Sesungguhnya Allah tidak akan meninggalkan umatNya sendiri, karena kasihNya yang begitu besar bagi umatNya.

Tetapi Ahas tidak mendengarkan firman yang disampaikan Yesaya, dia justru mengabaikan usulan yang diberikan Allah melalui Yesaya. Ahas lebih memilih keputusannya yaitu meminta pertolongan dari raja Asyur. Karena perbuatan Ahas tidak mengindahkan perintah Tuhan, bukan hanya Ahas tapi seluruh keluarganya, sehingga Yesaya menyampaikan ayat 13 bahwa Ahas bersama keluarganya (Keluarga Daud) telah banyak “melelahkan” orang, dan “melelahkan” Allah juga. Melelahkan disini diterjemahkan “berduka”, dalam hal lain disebut menjijikan. Sekalipun Ahas dan keluarganya membuat Allah berduka karena perbuatan mereka, tetapi itu tidak mengurangi kasih setia Tuhan kepada umatNya, dan tidak menghalangi janji penyertaan Allah bagi umatNya.

Kasih Karunia

Bukti dari kasih setia Tuhan kepada umatNya dalam ayat 14 mengatakan Allah sendirilah yang memberikan suatu tanda yaitu janji kelahiran sang Mesias yang disebut Imanuel.

Kata “Tuhan sendirilah” memberi petunjuk kepada kita bahwa ini adalah inisiatif Allah, tidak ada unsur karena perbuatan manusia. Manusia siapapun tidak ada andil dalam janji Allah menghadirkan Imanuel. Janji kedatangan Imanuel lahir dari seorang wanita/keturunan wanita merupakan janji Allah kepada manusia pertama dan iblis (Kej. 3:15).

Ahas menolak untuk meminta tanda kepada Allah, meskipun begitu Allah dengan sendirinya memberikan tanda itu kepada Ahas. Memang janji kedatangan Imanuel belum pada masa pemerintahan Asah, tapi perlu diingat bahwa Imanuel adalah pribadi Allah itu sendiri, artinya Imanuel bukanlah hanya pada masa kedatanganNya melalui kelahiran tetapi sebelum manusia diciptakan janji Imanuel sudah berlaku. Kelahiran Yesus Kristus adalah pemenuhan seluruh janji Allah akan Imanuel.

Kelahiran Kristus dari seorang perawan adalah doktrin utama, karena jika Yesus bukanlah Allah yang beringkarnasi dalam daging manusia berdosa, maka kita tidak akan memiliki juruselamat yang lahir dari wanita perawan yang belum bersetubuh dengan seorang pria. Yesus ada sebelum ibuNya ada, Yesus tidak hanya lahir didunia ini sebagai manusia, tapi Dia turun dari surga (Yoh. 3:13, 6:33,38,41-42,50-51,58). Yesus diutus oleh Bapa dan datang ke dunia memiliki ibu seorang manusia tapi tidak mempunyai seorang ayah manusia (Yoh. 4:34, 5:23-24,30, 9:4), karena Yesus adalah karya Roh Kudus.

Tanda yang diberikan Allah memiliki makna tentang apa yang akan terjadi segera terhadap Ahas dan orang-orang Yehuda. Seorang “perempuan muda” perawan akan mengandung dan kemudian menikah dan akan melahirkan seorang putra yang diberi nama “Imanuel”. Anak akan menjadi peringatan bahwa Tuhan selalu bersama umatNya dan akan menyertai mereka.

Penyelamatan

Tanda yang diberikan Allah melalui Yesaya kepada Ahas dan umatNya mengenai “Imanuel” itu memang janji kelahiran Yesus dan itu diungkapkan Yesaya kembali pada pasal 9 tentang kedatangan Raja Damai. Tanda itu juga pada waktu itu juga diwarisi oleh kelahiran anak Yesaya dalam pasal 8:3-4, artinya pasal 7:15-16 dan pasal 8:3-4 memiliki makna yang sama yaitu penyelamatan terhadap bangsa Yehuda dari penindasan raja Asyur. Jika dilihat pada sejarah sesudah nubuatan, pada masa selanjutnya Damsyik dan Efraim di jarah oleh Raja Asyur dan dibawah ke pembuangan. Nubuatan Yesaya terjadi ditahun 734 SM dan pada tahun 732 SM Asyur mengalahkan Siria yaitu Damsyik, dan pada tahun 722 SM Asyur menyerbu kerajaan utara yaitu Israel Samaria.

Dalam hal ini digenapi tentang janji Allah akan penyelamatan kepada Ahas dan umatNya dari kerajaan Asyur, walau nantinya Asyur dikalakan oleh bangsa Babel dan kemudian mengalahkan Yehuda dan membawa raja Yehuda bersama umatNya ke pembuangan, tapi itu sudah tidak lagi masa pemerintahan Ahas.

Ketidaksetiaan Raja Ahas tidak membatasi karya Allah untuk menyelamatkan umatNya sekalipun itu mendukakan Allah, tapi Allah tetap menggenapi janjiNya.

Kesimpulan/Aplikasi

Imanuel adalah kepenuhan akan janji Allah pada umatNya yaitu keselamatan. Janji keselamatan di dalam Imanuel itu adalah pemenuhan segala janji Allah akan dunia ini tapi jauh sebelum kedatangan Imanuel janji itu sudah berlaku sejak dunia ini dijadikan.

Ahas bebas untuk memilih tidak medengarkan Allah, tetapi ingat bukan berarti Allah melupakan dia tapi Allah tetap mengontrol seluruh ciptaanNya termasuk Ahas yang telah mendukakan Allah. Kitapun terkadang dan mungkin mewarisi sifat Ahas yaitu memberontak terhadap Tuhan, tapi Tuhan tetap setia mengawasi dan memelihara kita. Maka bagi kita yang setia dan taat, ingat Tuhan selalu memperhatikan kita.

Kita berada dalam kasih karunia Tuhan, karena seluruh kepenuhan Kristus telah dilimpahkanNya dalam kasih karuia dan kebenaran (Yoh. 1:16-17), maka kita yang percaya kiranya selalu berada dalam kasih karunia Kristus dan didalam kebenaranNya yaitu Firman Allah.