Ringkasan Khotbah

Ada 3 hal yang menunjukkan integritas orang percaya dalam firman Tuhan ini:

A. Menjadi pengikut Kristus

Setelah berpuasa 40 hari lamanya, Yesus mulai masuk pelayanan, sebagai manusia Yesus tentu memiliki batasan untuk melayani, maka Yesus membutuhkan orang-orang yang dipercaya untuk menjalankan visi misiNya dalam dunia. Maka pada ayat 16-20 Yesus merekrut orang-orang yang dipercayainya untuk masuk dalam pelayanan bersamaNya, dan nantinya akan meneruskan pelayananNya, yaitu dengan memuridkan. Memuridkan adalah metode yang dipakai Yesus untuk kelanjutan pelayanan kedepan. Yesus sebagai teladan guru, Ia mengajar muridNya dengan firman dan hal itupun diaplikasikan dalam kehidupan keseharian Yesus. Murid tidak hanya sebagai pengikut tapi belajar, memahami, mengerti, memiliki keyakinan yang teguh, serta melakukan apa yang dipelajari melalui pelayanan bersama Yesus.

Orang percaya/Kristen seharusnya tidak hanya percaya saja, tetapi harus bertumbuh, berakar dan berbuah dari firman yang diterimanya dengan cara belajar Alkitab sungguh-sungguh, setia beribadah, persekutuan, sehinga kita disebut sebagai murid Kristus, dan nantinya bersaksi tentang Dia dalam segala aspek kehidupan sebagai orang percaya. Kristen yang sejati adalah murid Kristus, maka setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi murid. Menurut Dietrich Bonhoeffer “Kekristenan tanpa pemuridan adalah kekristenan tanpa Kristus”. Maka dari hal ini kita mengerti bahwa seseorang dapat menjadi terang atas saksi Kristus didunia serta memimpin orang lain kepada Kristus. Kehidupan kekristenan kita tidak dimaksudkan hanya sekedar menerima Yesus sebagai juruselamat, menghadiri kebaktian gereja secara teratur, membaca Alkitab, berdoa, berbicara tentang Yesus, tetapi juga dituntut mewakili Allah dan mendemonstrasikan, mengekspresikan gaya hidup kerajaan Allah didunia.

B. Hidup Melayani

Dalam pelayanan Yesus, ada beberapa hal yang perlu kita pahami dalam pelayananNya, yaitu:

  1. Pertama-tama Yesus sering memulai dengan memberitakan Firman Allah (ayat 21-22).
  2. Selanjutnya Yesus melayani orang yang kerasukan setan, kemudian mengusir setan yang ada pada orang yang dilayaninya (ayat 23-26,34).
  3. Yesus melayani layaknya dokter menyembuhan orang sakit, baik ditempat ibadah maupun ditempat-tempat ia kunjungi atau bertemu dijalan. (ayat 29-34).
  4. Dalam bagian ini, Yesus menunjukkan/mengajar para murid bahwa melayani harus memberitakan Firman, melayani mereka yang lemah atau sakit, serta mengusir setan. Seharusnya orang percaya yang berpegang kepada firman Allah, terlibat dalam pelayanan, dengan rendah hati melayani mereka yang lemah, dan dengan kuasa Roh kudus mengusir kuasa-kuasa kegelapan/setan.

    C. Bersekutu dengan Bapa

    Ditengah-tengah pelayanan yang begitu padat dan melelahkan, Yesus tetap menjaga hubungan persekutuan dengan pribadi Bapa dengan doa. Dalam hal ini Yesus memberi petunjuk bahwa doa merupakan kebutuhan dan nafas hidup, sebagai kekuatan, keteguhan, dan merupakan relasi pribadi dengan Allah Bapa. Dalam Injil Markus ada 3 konteks yg disebutkan bahwa Yesus berdoa; Yesus berdoa pada saat setelah Ia melayani orang-orang sakit dan yang kerasukan setan di Kapernaum (Mark. 1:35), Ketika selesai melayani khotbah dibukit dan memberi makan 5000 orang (Mark. 6:46), dan ketika Yesus berada ditaman Getsemani (Mark. 14:32).

    Orang percaya menjadikan doa sebagai kebutuhan hidup rohani, komunikasi pribadi dengan Allah, kebergantungan hidup kepada Allah Bapa, dan mengenai doa menunjukkan hubungan erat antara Bapa dengan anak, Allah dengan umatNya, Kristus dengan gerejaNya yaitu orang percaya.


    Integritas orang percaya, tidak hanya sampai pada percaya tetapi harus mencapai pada murid Kristus; belajar dari pribadi Yesus, belajar dari Firman Allah, dan menjadikan murid menjadi tugas setiap orang percaya mengaplikasikan perintah Yesus pada murid-muridNya ketika Ia naik ke Surga (Mat. 28:19), menjadikan semua bangsa didunia ini menjadi murid Kristus. Maka sebagai murid harus terus memuridkan sampai pada kedatanganNya yang ke-2.

    Sebagaimana Yesus melayani, orang percaya tidak hanya menjadi pengikut tetapi sebagai murid Kristus ikut terlibat melayani, yaitu dimana kita ditempatkan, profesi apapun, dalam bidang apapun tetap melayani Tuhan.

    Kehidupan doa menjadi bagian hidup penting bagi orang percaya untuk datang merendahan diri dihadapan Tuhan, bersekutu, menjaga hubungan/relasi pribadi dengan Allah, maupun jemaat dengan Kristus.