Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 21:20-23

Ringkasan Khotbah

Seperti apa hidup yang sia-sia, yang dulu pernah dihidupi Petrus sebelum dia menjalani Amanat Agung dari Tuhan? Berikut sikap hidup Petrus yang sia-sia:

  1. Hidup yang senantiasa membandingkan diri dengan orang lain (ayat 20)

    Dalam cerita sebelumnya, dikisahkan bahwa Petrus mendapatkan panggilan sampai mati. Kemudian dia membandingkan panggilan itu dengan Yohanes. Tuhan tidak mau Petrus (dan kita) membanding-bandingkan panggilanNya dengan orang lain. Kecenderungan orang yang selalu membandingkan diri adalah tidak bersyukur, sombong, dan memandang orang lain berdasarkan statusnya. Hal ini merupakan konsep hidup yang salah.

  2. Hidup yang fokus mengurus orang lain, bukan diri sendiri (ayat 21-22)

    Yang dimaksud fokus dalam konteks ini adalah fokus terhadap keputusan Tuhan kepada orang lain. Jika kita fokus terhadap orang lain, kita tidak fokus dengan hidup sendiri. Orang yang tidak pernah mengevaluasi diri sendiri, tidak akan bertumbuh dalam Tuhan. Tokoh reformed Johanes Calvin pernah berkata bahwa pengenalan akan Tuhan dan pengenalan diri adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

  3. Hidup yang menyebarkan berita yang tidak benar; gosip (ayat 23)

    Dalam kisah ini, berita yang tersebar adalah: Yohanes tidak akan mati sampai Tuhan Yesus datang ke-2 kali. Pada saat itu, Petrus menghidupi hidup yang cepat menyebarkan gosip (sesuatu yang tidak benar). Tentunya ini merupakan hal yang tidak baik, terlebih berita yang diberitakan tidak benar.