Pengkhotbah

Perikop
Filipi 4:6-7

Ringkasan Khotbah

Alkitab mengatakan bahwa kekuatiran tidak menambah sehasta dalam hidup ini (Matius 6:27).  Dua pribadi yang menyerukan tentang seruan ” Jangan kuatir” adalah Paulus dalam teks ini dan juga Yesus Kristus dalam Injil Matius.  Ketika kita mengatakan bahwa kita percaya Yesus Kristus maka seharusnya kita melakukan apa yang Yesus perintahkan.  Dalam Injil Matius, Yesus memberikan suatu perintah yaitu jangan kita kuatir maka tugas kita hanya satu yaitu ” JANGAN KITA KUATIR”.

Beberapa alasan mengapa kita tidak kuatir?

1. Nyatakanlah segala keinginanmu kepada Allah (Jangan jadikan hidup kita menjadi Allah) (Filipi 4:6).  Kuatir Dalam bahasa Yunani adalah NERIMNAO artinya ditarik kepada dua kutub yang berbeda. Artinya ketika orang kuatir ( 1). pikiran orang itu berada dalam dua masa : sekarang dan dan akan datang. (2). Pikiran orang tersebut berada dalam realita dan kemungkin-kemungkinan yang akan datang.
Masalahnya adalah : kita hidup dalam masa kini dan kita hanya terbatas dalam masa kini namun pikiran kita sudah masuk ke masa depan dan yakin tahu apa yang terjadi dimasa depan, akhirnya berdasarkan pengetahuan pikiran kita tentang apa yang terjadi dalam masa depan, maka disimpulkan menjadi sebuah kebenaran, kemudian kita menjadi kuatir. Sikap seperti ini sudah melampaui batas yang Allah ciptakan dalam hidup kita, dimana kita diciptakan sebagai manusia yang terbatas maka pikiran kita tentang kemungkinan-kemungkinan tentang apa yang ada didepan hanya perkiraan semata-mata yang tidak selamanya terjadi.
Dalam survey di USA: 82 % kekuatiran itu tidak terjadi dan yang terjadi hanya 18%. Jadi jangan kita memutlakkan pikiran kita tentang apa yang akan terjadi di depan, karena ketika kita memutlakkan pikiran kita maka kita akan memberhalakan pikiran kita maka secara tidak langsung pikiran kita menjadi Allah bagi kita. Yang tahu akan masa depan kita adalah Allah, maka biarkanlah hidup kita berjalan dalam kehendak Allah. Maka marilah kita menaikan permintaan-permintaan kebutuhan kita kepada Allah.

2. Doa adalah sarana untuk menyingkirkan kekuatiran. (Filipi 4:6)
Ketika kita berdoa maka kita sedang merendahkan diri kita dihadapan Allah yang maha kuasa, ketika kita berdoa kita menyadari keterbatasan kita dan Allah yang tidak terbatas. Maka doa mengajarkan kita berserah kepada Allah dan didalamnya kita diajar melalui doa:
1. Memprioritaskan yang prioritas (Matius 6:33)
2. Mengatur stategi dalam menjalani hidup (Matius 6:34)
Ketika kita berdoa, kita beriman kepada Tuhan dan iman menyingkirkan kekuatiran.

3. Ucapan syukur menyingkirkan kekuatiran (Filipi 4:6)
Ucapan syukur seringkali dilakukan karena evaluasi hidup akan penyertaan Tuhan dalam masa yang telah dilalui. (rekam jejak penyertaan Tuhan) . Ingat semua kebaikan Tuhan dalam masa lalu, maka kita tidak akan kuatir sebab kebaikan dan penyertaanNya sangat terbukti.

4. Damai sejahtera Allah yang melampaui akal (Filipi 4:7).
Damai dalam bahasa Ibrani adalah “shalom“, dan dalam bahasa Yunani “eirene“. Mengapa gereja pakai “shalom” bukan “eirene” ? Sebab “shalom” bicara tentang keutuhan (batiniah dan jasmaniah) sedangkan “eirene” hanya jasmaniah (sejahtera).  Dengan adanya “shalom” maka kekuatiran disingkirkan dalam hidup orang percaya.