Ringkasan Khotbah

Minggu, 17 November 2019

1 Tes 1: 1-10
Kis 17: 1 – 5
Tema: Jemaat yang berdiri dan berkembang dalam firman Allah

Melalui Jemaat Tesalonika, kita mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengerti lebih dalam bagaimana caranya untuk menjadi teladan bagi orang lain. Jemaat Tesalonika merupakan teladan tidak hanya bagi bangsanya sendiri, namun juga bangsa lainnya.
Bagaimana cara mereka menjadi teladan? Menurut Paulus, keteladanan Jemaat Tesalonika dapat dilihat dari 3 poin utama.

1. Pekerjaan Iman
Tidak hanya dengan perbuatan baik saja, Jemaat Tesalonika bekerja dan melayani menggunakan iman. Iman sama dengan pembenaran. Saat orang sudah menerima pembenaran, mereka akan hidup dalam iman dan pasti akan berbuat sesuai iman tersebut. Pekerjaan iman juga membawa kesetiaan bagi jemaatnya.
2. Usaha Kasih
Kasih bukan berarti cinta. Cinta menggunakan perasaan dan emosi. Namun, kasih menggunakan ratio, pengertian, dan kehendak. Kasih selalu berusaha dan menggerakan kehendak. Menggunakan kasih, Jemaat Tesalonika dapat melintasi perbedaan budaya yang ada untuk menjadi pelayan-pelayan Allah.
3. Keteguhan Pengharapan
Melalui pengharapan, akan tumbuh rasa takut akan Allah. Jemaat Tesalonika juga menjadi kuat dan tetap percaya akan Allah dalam setiap penindasan yang dihadapi karena keteguhan dan pengharapan mereka. Di sini, pengharapan dapat dilihat sebagai ketaatan.

Melalui keteladanan Jemaat Tesalonika, ada 2 hal yang dapat menunjukkan kekuatan dari orang Kristen.
1. Allah telah memilih dengan hikmat dan rencanaNya. Ia berkuasa dan mengasihi umatNya. Untuk memahami ini, diperlukan pembelajaran iman
2. Roh kudus bekerja dan membuka hati jemaatnya. Pemberitaan injil bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga dengan kepastian dan keyakinan oleh roh kudus.

Setiap aspek kekuatan jemaat Kristen saling bersangkutan. Sehingga, 2 hal ini harus seimbang untuk membantu jemaatnya untuk terus maju dan berjuang melayani Allah.

Bertobat, Berubah, dan Bersaksi
Firman Allah bekerja. Iman bekerja. Roh kudus menolong.

dirangkum oleh,

sdri. Anata Odilia Yosua