Ringkasan Khotbah

”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.” 1 Korintus 13:4

Berkaitan dengan kata cemburu, ada yang berpendapat bahwa cemburu adalah hal yang wajar dalam sebuah hubungan. Ada juga yang berpendapat bahwa cemburu itu adalah bibit-bibit cinta. Pendapat lain mengatakan cemburu adalah racunnya cinta. Bagaimana dengan bacaan Firman Tuhan?

Bacaan Firman Tuhan kali ini  (1 Korintus 13:4), menegaskan bahwa orang-orang yang memiliki kasih sebagai buah rohnya tidak boleh cemburu. Namun jika kita perhatikan, bacaan kedua (2 Korintus 11:2-4) ”Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi…” Selanjutnya beberapa ayat di perjanjian lama pun ada yang mengatakan Allah cemburu. (lihat Keluaran 34:14) Sehingga kata cemburu ini menjadi kata yang paradoks. Allah memiliki sifat cemburu namun manusia sebagai pengikutnya sesuai dengan Firman Tuhan tidak boleh cemburu. Mengapa demikian?

  1. Karena kecemburuan manusia dilandasi iri hati yang akan membawanya pada kehancuran, dosa dan dendam. Sedangkan kecemburuan Allah berbeda. Sebaliknya Allah tidak mau manusia jatuh dalam kehancuran dan kebencian sehingga umatNya disesatkan.
  2. Karena kecemburuan manusia dilandasi ketidakjujuran. Manusia seringkali tidak mau mengakui kecemburuannya. Berbeda dengan Allah, Allah selalu mengakui kecemburuanNya, karena Dia tidak mau umatNya jatuh ke dalam dosa.

Cemburu dalam bahasa Ibrani adalah Kinah dan dalam bahasa Yunani adalah Selos. Artinya panas; perasaan yang begitu panas kepada orang lain karena ketidaknyamanan. Cemburu ini ada tiga macam :

  1. cemburu karena Cinta. Cemburu ini ada yang beralasan (ada faktanya) dan tidak beralasan (tidak ada faktanya).
  2. cemburu sosial. Cemburu ini karena iri melihat keberhasilan orang lain.
  3. cemburu status. Cemburu ini karena iri melihat posisi dirinya yang lebih rendah dibanding orang lain.

Ciri-ciri orang yang cemburu :

  1. tiba-tiba marah tanpa kejelasan.
  2. cenderung menyerang karena selalu tidak nyaman.
  3. selalu melihat dari sisi negatif orang lain (kecenderungan negatif).
  4. cenderung memperhatikan detail orang lain.

Bahaya kecemburuan :

  1. cinta bisa menjadi tawar, karena cemburu membuat tidak adanya gairah hidup dan jarak yang mengganjal di antara hubungan manusia.
  2. cemburu cenderung membuahkan tindakan yang menghancurkan.
  3. cemburu cenderung mencari kesalahan orang lain sehingga membuat manusia tidak peka terhadap suara atau teguran Tuhan.

Mengetahui bahaya kecemburuan dan mengingat betapa Allah melarang umatNya untuk cemburu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan manusia untuk mencegah kecemburuan.

  • Dengarkan saja atau penguasaan diri. Dengan mendengarkan ‘celotehan’ orang yang cemburu walaupun menyakitkan, kita sudah mengalahkan kedagingan dan telah mencapai titik penyangkalan diri.
  • Terima pandangannya tetapi bukan seutuhnya menerima melainkan memilah bagian yang positif dan negatif.
  • Tenangkan jiwa dengan berdoa kepada Tuhan dan ingatlah selalu kebaikan Tuhan.
  • Berikan penjelasan tanpa menyerang.