Pengkhotbah

Perikop
Roma 9 : 19-23

Ringkasan Khotbah

Bacaan teks kali ini secara tersirat membawa kita kepada pengertian bahwa Kekristenan adalah hidup di dalam anugerah. Penjelasan tentang pengertian ini, dimulai dari pergumulan Paulus mengenai bangsa Israel. Paulus menyadari bahwa umat Israel adalah umat pilihan Allah, namun disisi lain, ia mendapati bahwa sebagian besar dari umat Israel tidak percaya kepada Injil itu sendiri. Akhirnya, ia menarik suatu kesimpulan bahwa umat pilihan bukan berarti umat pilihan berdasarkan keturunan, tetapi berdasarkan pilihan dari Allah sendiri.  Sebagai contoh, Abraham adalah umat pilihan Allah dan dia memiliki dua anak, yaitu Ishak dan Ismael. Jika Allah memilih berdasarkan keturunan, maka Ishak dan Ismael adalah umat pilihan Allah. Namun tidak demikian, Allah memilih Ishak, karena Allah memilih berdasarkan pilihan Allah sendiri menurut kedaulatanNya dan kepada siapa Ia berkenan bukan berdasarkan keturunan.

Berdasarkan apa Allah memilih? Berdasarkan kehendak Allah. Roma 9 : 14-15 menuliskan sekaligus menegaskan kedaulatan Allah, ”Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.” Jika demikian, muncul pertanyaan selanjutnya? Jadi apakah Allah tidak adil? ( ayat 14)

Berkaitan dengan pilihan Allah ini, banyak orang mendefinisikan keadilan dengan arti sama rata. Namun keadilan yang dimaksud disini bukan sama rata melainkan hak yang dimiliki setiap orang. Singkatnya, setiap manusia sudah jatuh dalam dosa dan seharusnya setiap manusia memiliki hak yang sama yaitu binasa. Namun hanya karena anugerahNya, Ia memilih sebagian umatnya untuk diselamatkan. Ada orang beranggapan, jika demikian, lebih baik semua diselamatkan. Namun jika semua orang diselamatkan itu namanya jatah. Selanjutnya ada yang beranggapan juga, diselamatkan karena berbuat baik, itu namanya jasa atau upah. Hanya sebagian bukan berarti Allah tidak adil. Justru karena hak manusia adalah binasa, Allah hendak menunjukkan kemurahan bagi orang yang dipilihnya dan juga menunjukkan keadilan bagi umat yang berdosa di hadapanNya.

Bukti kasih Allah tidak terbantahkan?

  1. Roma 9 : 19-20 menuliskan, ”Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah?..” Ayat ini juga menegaskan bahwa Allah bertindak dalam kedaulatanNya penuh atas segala sesuatu.

Sehingga sudah seharusnya, kita yang sudah dipilih Allah meresponi anugerah Allah dengan mengucap syukur, memuji Tuhan dan hidup dengan penuh tanggung jawab kepada Tuhan. Amin.