Ringkasan Khotbah

1 kor 13 : 8 – 12

pada ayat ini dapat diangkat 2 poin penting,

  1. Hakikat pada hidup ini bukanlah karunia rohani namun adalah kasih itu sendiri.
    Kasih itu terus menerus ada, maka kasih itu tidak pernah gagal. Paulus membandingkan kasih dengan karunia-karunia rohani. Paulus menemukan seluruh karunia terbatas, namun kasih yang ia lihat ternyata tidak terbatas. Hakikat pada hidup ini bukanlah karunia rohani namun adalah kasih itu sendiri.Jemaat di Korintus memiliki pemikiran bahwa dengan karunia-karunia yang mereka miliki mereka sudah hidup di zaman akhir dan membuktikan bahwa mereka sudah hidup dengan intim dengan Allah. namun Paulus berkata bahwa sesungguhnya bukan karunia yang membuktikan hal itu namun hanya dengan kasih. tanpa kasih manusia tidak akan diselamatkan, tanpa kasih Yesus tidak akan hadir di dunia ini.
  2. Kasih itu adalah tujuan dalam hidup manusia.
    dosa adalah penyelewengan dari tujuan hidup manusia. tujuan hidup manusia adalah memuliakan Tuhan. untuk mengerjakan seluruh kehendak Tuhan kita memerlukan kasih. Inti hukum taurat di rangkum menjadi 2 bagian, yaitu kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu manusia. tanpa kasih kita tidak akan mungkin melakukan semuanya itu.

ayat 10-12

Paulus memberikan ilustrasi terkait 2 poin tersebut, ketika masih kanak-kanak ia berpikir dan bertingkah selayaknya anak-anak namun ketika menjadi dewasa ia akan meninggalkan semuanya itu. ilustrasi ini dikaitkan dengan ayat ke 8 ada yang terbatas dan ada yang tidak terbatas, dalam konteks ini masa kanak-kanak di kaitkan dengan fase manusia masih membutuhkan karunia dari Tuhan untuk menjalani kesementaraan, sedangkan kedewasaan dimaksudkan fase kita yang sudah berjumpa dengan Kristus dan tidak membutuhkan karunia-karunia rohani lagi.

Ilustrasi berikutnya dikaitkan dengan kaca atau cermin. suatu gambaran yang samar-samar lalu kita akan melihat muka dengan muka. cermin merupakan alat yang paling bisa merefleksikan diri pada zaman itu. hal ini dikaitkan dengan pengenalan akan Allah. Secara kualitas manusia adalah ciptaan dan Tuhan adalah pencipta. kita tidak akan memahami Tuhan secara sempurna. hingga membawa kita kepada kekaguman kepada Tuhan dan memuliakan Dia dengan sepenuh hati, hingga menumbuhkan kerinduan untuk bertemu muka dengan muka dengan Tuhan.

Apakah kita sebagai orang percaya sudah menyatakan kemuliaan Tuhan dalam hidup kita? memuliakan Tuhan dengan mengejar ketidakterbatasan yang salah satunya adalah kasih itu sendiri.

 

dirangkum oleh 

Ibu Sari Kartika