Ringkasan Khotbah

Tuhan langsung menolong ibu yang ada di kisah kitab Raja-Raja itu, melalui Nabi Elia (2 Raja-Raja 4:1-7). Ibu tersebut sudah dalam kondisi ingin menjual anaknya, dimana dalam hal ini Firman Tuhan menekankan bahwa nilai manusia itu lebih berharga, daripada nilai maintenance/perawatan/biaya hidup dari manusia itu sendiri.

Manusia diciptakan serupa dengan gambaran Allah (Kejadian 1:28). Posisi manusia adalah dibawah Allah (Allah memerintah manusia dalam kejadian 1:28), dan posisi ciptaan lainnya berada di bawah manusia.

Nilai manusia adalah nilai yang diberikan Allah (nilai yang abadi/mulia). Sedangkan nilai dari benda/jabatan/uang yang ada di dunia ini adalah nilai yang diberikan oleh manusia (nilai terhadap manusia).

Dalam konteks ibu di kisah kitab raja-raja tersebut, nilai kedua anaknya disetarakan dengan uang (disamakan dengan ukuran nilai dunia). Tuhan tidak mau kita menurunkan nilai kita setara dengan nilai dunia.

Bagaimana Tuhan berdaulat memelihara manusia?

  1. Melalui hal-hal yang kecil yang dimiliki manusia (ayat 2). Melalui sisa-sisa minyak, Allah menyelamatkan/mengerjakan sesuatu yang besar bagi ibu itu. Dalam cerita tersebut, pemeliharaan Tuhan datang bukan dari sesuatu yang tidak ada, tapi dari hal yang kecil. Segala sesuatu yang besar dimulai dari yang kecil. Tuhan bisa memelihara kita dari sesuatu yang kecil, jangan menyepelekan sesuatu-sesuatu yang kecil.
  2. Melalui ketaatan (ayat 3 dan 5). Ibu tersebut taat dan mencari/meminjam bejana sebanyak-banyaknya.
  3. Harus ada kerjasama dalam rumah tangga (ayat 5-6). Dengan melibatkan anak-anaknya, ibu tersebut dapat memenuhi tugas atau Firman Tuhan dengan baik.