Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 21:1-14

Ringkasan Khotbah

Esensi dosa bukanlah apa yang diperbuat manusia (tindakan), tetapi ketika arah dan tujuan hidup tidak terfokus kepada Tuhan.

Bagaimana caranya supaya arah hidup manusia kembali kepada Tuhan? Dunia sudah tercemar dan manusia tidak bisa menolong dirinya sendiri. Oleh karena itu, Allah harus turub ke dunia dan menyelamatkan manusia (melalui pribadi Yesus). Dalam firman ini, kita dapat pelajari beberapa hal berikut:

  1. Kehadiran Yesus mengubahkan arah dan isi kehidupan kita.

    Karena tidak sabar menunggu Tuhan datang, Petrus memutuskan untuk menjala ikan. Petrus tidak sabar menunggu waktu Tuhan, maka dia mengambil suatu arah hidup yang menurut dia benar.

    Kita harus menunggu waktu Tuhan dengan benar, yakni mengisi waktu dengan Firman Tuhan.
    Kita tidak tahu kehendak Tuhan/arah hidup yang benar bila kita tidak mendengar suara Tuhan. Jadikan Firman Tuhan sebagai landasan dalam hidup kita.

  2. Kehadiran Yesus mengubahkan kita untuk mengerti dan taat kepada Tuhan tanpa alasan apapun.

    Ketika Tuhan menyuruh mereka untuk menyebarkan jala, mereka tidak pernah berdebat dan taat. Ketaatan kepada Tuhan tidak pernah kosong dan akan membuat kita melihat secara jelas dalam kehidupan ini.
    Taat artinya tidak ada alasan. Melakukan seperti apa yang diperintahkan.

  3. Yesus mengajarkan tentang melayani

    Di dalam kisah itu, Yesus melayani (ikan dan roti) murid-muridnya. Yesus memberikan teladan yakni seorang pemimpin harus melayani, dimana ini merupakan mental yang sangat berlawanan dengan dunia.

    Alkitab tidak pernah menggunakan kata “sukses”, namun kata “berbuah”. Karena kata sukses berkaitan dengan hal yang dikumpulkan (harta). Kata berbuah, berbicara mengenai berapa banyak yang “keluar” dari diri kita, menjadi berkat bagi orang lain (melayani).