Pengkhotbah

Perikop
Wahyu 12:7-12

Ringkasan Khotbah

Kemenangan Sejati yang diberikan oleh Tuhan Yesus adalah kelepasan dari tiga hal, yaitu: 1) dosa, 2) maut, dan 3)kuasa Iblis.  Teks khotbah kali ini terambil dari Wahyu 12:7-9 yang menceritakan tentang peperangan di sorga dan akhirnya Sang Iblis dan malaikat-malaikatnya tidak mendapat tempat lagi di sorga (lihat juga Yehezkiel 28:16-19).  Lalu alasan apa yang membuat Mikhael dan malaikat-malaikatnya melawan Iblis, yang awalnya adalah Bintang Timur putera Fajar?  Ini dikarenakan spekulasi Iblis yang ingin menjadi seperti Allah Sang Pencipta (Yesaya 14:12-14), yang mengakibatkan peperangan di sorga sampai akhirnya Sang Iblis dibuang dari sorga kelak.  Peperangan spiritual pun terjadi di dunia yang kelihatan ini, lalu apa yang dapat membuat kita menang melawan sepak terjang Iblis di dunia?  Dalam Wahyu 12:11 dapat kita temukan bahwa kuncinya adalah [a] darah Anak Domba (pengorbanan Yesus di kayu salib), [b] kesaksian orang-orang percaya.  Orang-orang percaya ini adalah orang-orang yang tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.  Kesaksian orang-orang percaya ini adalah orang-orang yang telah mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus sebagai Juruselamat mereka, salah satu contohnya dalam Perjanjian Lama adalah Ayub.

Bagaimana manusia dapat mengalami kemenangan sejati?  Ini adalah karya pekerjaan Tuhan sendiri.  Dan untuk mengalahkan Iblis yang adalah putera Fajar Bintang Timur, haruslah Anak Allah sendiri yang datang ke dunia ini.  Kemenangan ini adalah sekali dan bersifat universal karena adalah Anak Allah itu adalah Allah sendiri.  Masalahnya adalah manusia sulit untuk dibawa kembali kepada gambar/rancangan Allah yang semula (sebelum jatuh dalam dosa), karena manusia lebih cinta dunia ini daripada Allah.  Tetapi Allah terus menjalankan proyek “jalan keselamatan” bagi manusia sampai rela mati di kayu salib karena kasih Allah akan dunia ini yang begitu mendalam.

Pada awalnya Adam yang dipilih Allah tetapi Adam gagal, selanjutnya Allah berencana lagi dengan memilih umat pilihan Israel lewat perjanjian dengan Abraham dan hukum Musa.  Akan tetapi karena pelanggaran bangsa Israel, mereka pun gagal dan akhirnya dibuang sebagai hukuman.  Sampai pada waktunya Tuhan Yesus Anak Allah datang ke dunia ini untuk menebus seluruh umat manusia, jalan keselamatan ini lalu dialihkan kepada gereja (orang-orang percaya) hingga sekarang ini.  Bangsa Israel dipilih lewat perjanjian tetapi gereja ditebus sendiri oleh Allah dengan darah Anak Domba.  Sudah jelas hukuman bagi gereja akan lebih parah bila gereja gagal karena pelanggaran.