Pengkhotbah

Perikop
yohanes 8:30-36

Ringkasan Khotbah

Kemerdekaan yang sejati, menunjukan bahwa ada kemerdekaan/kebebasan yang tidak sejati. Kebebasan yang tidak sejati adalah kebebasan yang tidak kembali kepada sumber kehidupan, melainkan menuju kehancuran.

Apakah orang Yahudi di ayat 31 sudah percaya namun belum benar-benar merdeka, karena orang Yahudi masih terikat dengan adat mereka yang tidak kembali kepada Firman Tuhan. Sebagai contoh pada saat Paulus melayani di Efesus tentang Yahudi sunat dan pantangan orang Yahudi kepada orang-orang Yunani.

10 hukum taurat diberikan untuk menunjukkan bahwa semua manusia adalah orang berdosa, dan juga manusia tidak bisa melepaskan diri dari dosa. Dengan kata lain hukum taurat diberikan untuk menunjukkan bahwa manusia itu berdosa dan tidak bisa hidup suci sepenuhnya.

Yesus mengajak pada orang Yahudi untuk tidak berpegang pada aturan-aturan adat yang dibuat berdasarkan hukum taurat. Namun lebih berpegang kepada firman dan keenaran yang berasal dari Tuhan yang memerdekakan sacara sejati.

Orang Yahudi melihat bangsa lain dengan kacamata diri mereka sendiri oleh karena itu mereka merasa lebih suci dari bangsa lain, mereka tidak melihat dari kacamata Allah. Oleh karena itu mereka tidak sadar bahwa ada yang salah pada dirinya sendiri. Pandanglah dahulu diri sendiri dari kacamata Allah, agar diri kita dapat dimerdekakan secara sejati oleh firman dan kebenaran dari Allah.

Mencuri, berbohong, berzinah apakah dosa? Tidak, hal-hal tersebut adalah akibat dosa. Segala orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa, dosa bukanlah sebuah perbuatan, namun dosa itu adalah status. Ketika status itu melekat pada diri kita, maka hal yang dapat kita lakukan hanyalah dosa.

Agustinus memberi 4 tahap penting tentang potensi perbuatan manusia.

  1. Potensi manusia sebelum jauh dalam dosa adalah, hidup suci dan jatuh dalam dosa
  2. Potensi setelah jatuh dalam dosa adalah, tidak mungkin tidak berbuat dosa
  3. Potensi setelah diselamatkan adalah dapat berbuat dosa dan tidak berbuat dosa
  4. Potensi setelah berada di sorga adalah tidak mungkin lagi berbuat dosa

Pada ayat 34-36 menunjukkan bahwa hanya Anak yaitu Yesus Kristus yang dapat membebaskan kita dari dosa, dari sanalah kita dapat mendapatkan kemerdekaan yang sejati.

untuk menyelamatkan manusia yang berdosa secara sempurna, Tuhan harus melepaskan kesempurnaannya masuk kedalam ketidak sempurnaan dan melalui tujuh tahap penderitaan hingga masuk kedalam kegelapan yang terdalam untuk menyelamatkan manusia dan memproklamirkan kemerdekaan manusia yang dipilih-Nya.

Setelah dimerdekakan dan dikuasai oleh Roh kudus, kita akan dipenuhi oleh buah Roh, yang ujungnya adalah penguasaan diri sehingga kita dapat menahan diri dari perbuatan dosa.

 

dirangkum oleh,

Matius Ridwan Kusuma