Pengkhotbah

Perikop
Yunus 3 : 1-10

Ringkasan Khotbah

Pada minggu-minggu yang lalu, kita telah mempelajari kisah Yunus hingga pada pertobatan Niniwe. Namun jika kita memperhatikan lebih lagi, dalam pertobatan Niniwe ada 3 hal penting yang dapat kita pelajari berkaitan dengan thema kesempatan yang tidak disia-siakan.

1. Setiap orang memiliki kesempatan yang cukup. Dimana, Yunus berkhotbah dengan isi khotbah yang bersumber dari Tuhan. Yunus menyerukan agar dalam waktu 40 hari Niniwe harus bertobat. Dalam masa transisi 40 hari adalah waktu yang penting.  40 Hari Nuh mengalami air bah, 40 hari Tuhan Yesus pernah berpuasa, dan 40 hari Tuhan Yesus menampakan diri kepada murid-murid. 40 hari ini menunjukan waktu yang cukup bagi Niniwe untuk mengevaluasi diri sehingga mereka boleh menyesali diri dan bertobat. Pada akhirnya mereka bertobat. Jika Niniwe diberikan waktu 40 hari untuk bertobat dan waktu itu cukup bagi mereka, maka seharusnya tiap-tiap hari yang Tuhan berikan bagi kitapun merupakan waktu yang cukup bagi kita untuk terus mengevaluasi diri sehingga terus terjadi perubahan demi perubahan diri kita, sehingga kita tidak hanya hidup dalam waktu yang lewat tanpa perubahan hidup, melainkan dengan mengevaluasi hidup tiap-tiap hari kita terus mengalami perubahan hidup dan pertumbuhan rohani.

2. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama. Yunus punya kesempatan untuk berdoa dan Niniwe punya kesempatan untuk berpuasa. Ini menunjukkan bahwa Ia adil. Ia mengampuni dan mengasihi namun Ia juga adil. Ia adil untuk Yunus dan Ia adil untuk niniwe. Namun menanggapi keadilan Allah dan kasih Allah yang sama kepada Yunus dan niniwe tergantung keputusan mereka. Maka ketika Tuhan bertindak Ia bertindak dalam kasih dan keadilannya.

3. Allah memberikan kesempatan yang kedua. Tuhan memberikan perintah kepada Yunus yang kedua kalinya (lihat Yunus 1:1 dan Yunus 3:1) dan memberikan kesempatan pertobatan bagi Niniwe adalah satu bukti kesabaran Allah tidak cepat menghukum namun Ia merindukan pertobatan dan ketaatan. Puji Tuhan, walaupun dalam kemarahaan Yunus tetap taat untuk memberitakan injil kepada Niniwe. Hal ini menunjukan bahwa Yunus tidak menyia-nyia kesempatan kedua tersebut, demikian juga Niniwe tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dengan mengambil langkah untuk bertobat. Sebagaimana Yunus dan Niniwe, Tuhan juga menginginkan kita menggunakan setiap kesempatan yang kedua yang Tuhan berikan bagi kita untuk mengevaluasi diri sungguh-sungguh dan bertobat dari setiap jalan kita yang salah. Dengan demikian, kita boleh mengalami pengampunan dari Tuhan. Jangan keraskan hati kita, karena nanti yang rugi bukan Tuhan tetapi kita yang tidak mau bertobat. Raih dan pergunakan kesempatan yang ada sehingga kita tidak menyesal dikemudian hari. Maju terus dalam Tuhan. Amin.