Ringkasan Khotbah

Setiap manusia pada dasarnya memiliki potensi kesombongan. Mengapa demikian? Karena kesombongan adalah dosa yang murah meriah, artinya mudah dilakukan. Apapun keadaannya (kaya, miskin, cantik, dll) seseorang bisa menjadi sombong.

Apa saja ciri orang yang sombong atau congkak?

  1. Orang sombong selalu mencari pujian untuk dirinya sendiri.
  2. Orang sombong ingin mendapat perlakuan yang berbeda.
  3. Orang sombong selalu mengutamakan keuntungan dan kepentingan diri sendiri.

Amsal 16 : 18 menuliskan ”Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.” Dengan kata lain, kesombongan mengakibatkan kehancuran dan kejatuhan. Siapa yang menjatuhkan? Tentu saja Tuhan. Ketika kita sombong sebenarnya kita sedang berhadapan dengan Tuhan. Hal ini tertulis dalam Yakobus 4 : 6 yaitu ”… Allah menentang orang yang congkak tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

Mengapa Allah menentang orang sombong?

  • karena orang sombong sedang menjadikan dirinya ilah. Seperti ciri yang telah disebutkan sebelumnya, orang sombong suka mencari pujian bagi dirinya sendiri. Padahal hanya Tuhan yang patut dipuji dan dimuliakan. Dengan kata lain, manusia yang sombong adalah manusia yang merebut kemuliaan yang ditujukan kepada Tuhan. Penjelasan tersebut juga menegaskan bahwa manusia yang sombong berhadapan dengan Tuhan. Lalu bagaimana seharusnya? Manusia seharusnya tahu menempatkan diri, karena semua yang dimiliki, semata-mata berasal dari Tuhan (hanya karena anugerah Tuhan).
  • karena orang sombong merombak nilai yang sudah diberikan Allah. Kejadian 1 : 26 menuliskan bagaimana Allah menjadikan manusia menurut gambar dan rupaNya. Bahkan ayat selanjutnya menuliskan ”…  menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Jadi baik perempuan maupun laki-laki, semuanya memiliki nilai yang sama di hadapan Tuhan. Namun ketika seseorang sombong, ia menempatkan nilai orang lain lebih rendah dibanding nilai dirinya. Padahal setiap orang memiliki nilai yang sama dihadapan Tuhan. Lalu bagaimana seharusnya? Manusia seharusnya menilai seseorang berdasarkan penilaian Allah (menerima apa adanya) karena nilai sesorang tidak ditentukan pada apa yang ada padanya melainkan hanya dari Allah.
  • karena orang sombong adalah orang yang sulit berubah atau bertobat. Orang sombong seringkali tidak sadar kalau mereka sedang sombong. Padahal sebuah pertobatan membutuhkan kesadaran. Akhirnya, orang sombong merasa tidak membutuhkan pembaharuan sehingga mereka tidak mau belajar dan diproses oleh Tuhan. Lebih jauh lagi, mereka akan fokus pada kekurangan orang lain dari pada dirinya sendiri. Lalu bagaimana seharusnya? Manusia harus selalu rendah hati untuk mau diproses oleh Tuhan.

Dengan demikian, kita perlu hati-hati dan memberi perhatian untuk tidak jatuh dalam dosa kesombongan ini. Amin.