Ringkasan Khotbah

Era modern merupakan era berkembangnya berbagai kehidupan, khususnya kehidupan orang Barat, yaitu kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan ekonomi. Budaya klasik dimunculkan kembali, pengetahuan yang modern berdasarkan eksperimental dan matematis, dan dibidang ilmu mengutamakan logika dan empirisme (empiris: segala informasi yang diperoleh melalui eksperimen, penelitian, atau observasi, sedangkan data empiris merupakan data yang ditemukan atau disimpulkan dari sebuah eksperimen dan penelitian. Empirisme: mengacu pada hipotesis yang dapat diteliti dan dibuktikan kebenarannya melalui observasi atau eksperimen).

Postmodernisme berbicara pemahaman atau pemikiran sesudah modern, Posmodernitas menunjuk pada situasi dan tata sosial produk teknologi informasi, globalisasi, gaya hidup, konsumerisme berlebihan, humanisme, budaya yang pluralis yang juga mempengaruhi kepercayaan, dan masing-masing individu bebas membenarkan pribadinya, maka kebenaran jadi relatif (Dalam Kekristenan Alkitab adalah kebenaran absolut).


Kitab/Surat Kolose, adalah surat tulisan Paulus yang ditujukan kepada jemaat di Kolose karena munculnya ajaran palsu yang mengancam masa depan rohani jemaat Kolose (Kolose 2:8). Epafras, seorang pemimpin dalam gereja Kolose dan boleh jadi pendirinya, yang memulai, mengunjungi Paulus dan memberitahukan tentang situasi di Kolose (Kol 1:8; Kol 4:12), sehingga Paulus menanggapinya dengan menulis surat ini. Pada waktu itu ia berada dalam tahanan (Kol 4:3,10,18), mungkin sekali di Roma (Kis 28:16-31) sambil menantikan naik bandingnya kepada Kaisar (Kis 25:11-12). Rekan Paulus, Tikhikus sendiri membawa surat ini ke Kolose atas nama Paulus (Kol 4:7).

Ajaran palsu yang terdapat di Kolose ini tidak dirinci secara jelas dalam surat ini, karena para pembaca mula-mula sudah memahaminya dengan baik. Akan tetapi dari berbagai pernyataan Paulus yang menentang ajaran palsu itu (band. Kol. 1:15-23; 2:16-23, nyatalah bahwa bidat yang hendak meruntuhkan dan menggantikan Yesus Kristus sebagai inti kepercayaan Kristen adalah suatu campuran yang aneh yang terdiri atas ajaran Kristen, tradisi-tradisi Yahudi tertentu di luar Alkitab dan filsafat kafir (serupa dengan campuran kultus-kultus dewasa ini).

Kitab ini bertujuan untuk memberantas ajaran palsu yang berbahaya di Kolose yang sedang menggantikan keunggulan Kristus dan kedudukan-Nya sebagai inti dalam ciptaan, penyataan, penebusan, dan gereja; dan untuk menekankan sifat sebenarnya dari hidup baru di dalam Kristus dan tuntutannya pada orang percaya.

Tiga ciri utama menandai surat ini:

  1. Kolose memusatkan perhatian pada kebenaran rangkap dua dari keutamaan Kristus dan kesempurnaan orang percaya di dalam Dia, bahkan lebih dari kitab-kitab lain dalam PB.
  2. Kitab ini dengan tegas meneguhkan kepenuhan ke-Allahan Kristus (Kol 2:9) dan berisi salah satu bagian yang paling agung di PB mengenai kemuliaan-Nya (Kol 1:15-23).
  3. Kitab ini sering dianggap sebagai “surat kembar” bersama kitab Efesus, karena keduanya mempunyai beberapa persamaan dalam hal isi dan ditulis kira-kira pada waktu yang sama.

Mengaku Kristen, seharusnya orang yang hidup dalam Kristus, yaitu orang yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat secara pribadi. Ayat 6 kata menerima menunjukkan telah mendengar, menerima, berada didalamnya, memegang teguh (perjanjian). Maka itu harus menjadi keyakinan iman yang tidak tergoyahkan, tergantikan yang berdampak pada masa depan. Kenapa berdampak masa depan, karena yang diterima adalah Kristus yang punya otoritas kehidupan manusia dan dunia, sebagaiman dalam Yoh. 6:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. percaya disini; mempercayakan hidup, yaitu didalamnya menerima Dia sebagai Tuhan. Jadi kesimpulan dari menerima Kristus Yesus, Tuhan kita memberi arti bahwa hidup kita bergantung sepenuhnya kepada Kristus, wajib melakukan perintah-perintah-Nya dengan penuh kerelaan, kesetiaan, ketaatan, dan tanggung-jawab, maka kita disebut orang yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan.

Menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dalam kitab Roma (Roma 6:11): hendaklah, seharusnya, seperti, harapannya;

Tetap hidup didalam Kristus

Tetap disini menunjukkan keberadaan tidak berpindah, tidak berubah, tidak keluar, terus menerus disitu. Hidup disini; kehidupan, tujuan, prilaku/moralitas, sikap, ajaran. Didalam; menurut, bersatu, sama dengan, mengikuti. Artinya; menerima Kristus seharusnya Ajaran, moralitas seseorang harus tetap berada dalam kesatuan bersama Kristus, seperti dalam Flp. 1:27 Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus.

Berakar didalam Dia dan dibangun diatas Dia

Berakar dapat dikatakan bertunas, bertumbuh, bersumber atau berpegang teguh, yaitu Kristus yang adalah pokok tunas, atau sumber dari hidup orang percaya, sehingga identitas seseorang dapat dikenali. Berakar juga disamakan dengan dasar, yang merupakan tempat atau bangunan bertumpu atau berdiri. Dapat diartikan seharusnya orang yang menerima Kristus, hidupnya menunjukkan identitas yang benar yaitu hidup yang bersumber dari Kristus, dan memiliki dasar hidup/pemikiran/ ajaran/ sikap meneladani Kristus.

Bertambah teguh dalam Iman

Bertambah teguh disini yaitu memperkuat, pembuktian diri, dapat dipercayai, mengokohkan; Iman; yait keyakinan, kepercayaan , harapan didalam kristus. Menunukkan hidup yang imannya selalu diperkuat dan teguh kokoh, dan itu tentunnya dengan menjaga persekutuan dengan Kristus, melalui doa dan perenungan Firman Tuhan pribadi.

Hatimu berlimpah dengan syukur

Hati berlimpah; rasa, perasaan yang berlimpah, melebihi, tertumpah, kaya, meluap, memperbanyak; yaitu rasa syukur, trima kasih, puji syukur. Rasa syukur yang berlimpah disini dimaksudkan bahwa ada tindakan, perbuatan yang menjadi aplikasi, yaitu menjadi berkat kepada siapa saja, baik sikap, perkataan, perbuatan maupun memberi.


Aplikasi:

Kristen yang sejati; orang yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan sebagai anugerah, sehingga menjadi bagian dalam keslamatan, serta menjalankan/mengerjakan keslamatan dengan takut akan Tuhan, taat, setia, penuh kerelaan, dan siap menderita. Menerima Kristus, meyakini akan jaminan hidup kekal.

Kristen yang sejati, hidupnya bersatu dan sesuai kebenaran, menunjukkan identitas yang benar yaitu bersumber/ berakar di dalam Kristus yaitu sesuai kebenaran Firman Allah. Kristen yang sejati adalah orang yang memiliki iman yang kuat, keyakinan teguh, kokoh tak tergoyahkan serta hidup yang selalu melimpah akan syukur, sehingga segala sesuatu diakhiri dengan syukur, walaupun menerima hal yang pahit.